PLN Dukung Percepatan PSEL di Tiga Kawasan

  • 29 Apr 2026 11:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jakarta – PT PLN (Persero) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya, Bogor Raya, dan Kota Bekasi sebagai solusi atas krisis sampah yang kian mendesak di berbagai daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dan badan usaha pelaksana proyek (BUPP) yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa 21 April 2026 lalu.

Kesepakatan melibatkan Pemerintah Provinsi Bali dan Bogor dengan PT Zhejiang Weiming, serta Pemerintah Kota Bekasi dengan PT Wangneng Bekasi Environmental Nusantara. Penandatanganan disaksikan sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, CIO Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki kondisi darurat sampah, sehingga proyek PSEL harus dipercepat, termasuk memastikan ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama. “Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Karena itu proyek ini harus kita kawal agar selesai tepat waktu, sekaligus memastikan bahan bakunya tersedia,” ujarnya.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas wilayah, khususnya pada kawasan aglomerasi yang belum memenuhi kebutuhan volume sampah. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penanganan persoalan sampah nasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung proyek tersebut, antara lain melalui pemetaan titik interkoneksi terdekat dari lokasi PSEL guna mempercepat proses penyambungan listrik. “PLN juga mempercepat pembahasan awal Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) sehingga tahapan yang biasanya memerlukan waktu berbulan-bulan dapat dipersingkat,” jelasnya.

Dalam proyek ini, PLN berperan sebagai offtaker listrik atau pihak yang menyerap listrik hasil pengolahan sampah. Peran tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan kelayakan proyek, memperkuat kepercayaan investor, serta membuka akses pembiayaan bagi pengembang.

Pengembangan PSEL diharapkan memberikan dampak luas, mulai dari pengurangan timbunan sampah di perkotaan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penambahan pasokan listrik berbasis energi domestik. “PLN memastikan listrik yang dihasilkan dapat terintegrasi dalam sistem kelistrikan nasional dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” tutup Darmawan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....