FPRB Sampang Dorong Pergeseran Paradigma Bencana
- 28 Apr 2026 22:05 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang menyerukan perubahan dalam cara memandang bencana. Selama ini, perhatian publik dan pemangku kepentingan cenderung tumpah ruah hanya saat bencana terjadi (fase tanggap darurat). Padahal, kunci utama untuk menekan kerugian besar justru terletak pada fase pra-bencana.
Ketua FPRB Sampang, Moh. Hasan Jailani yang akrab disapa Mamak menyoroti betapa timpangnya perhatian terhadap upaya pencegahan. Padahal, setiap rupiah dan tenaga yang diinvestasikan dalam literasi serta mitigasi saat ini, akan menyelamatkan aset yang jauh lebih besar di masa depan.
| Baca juga: Zero Waste: Sulap Sisa Dapur MBG jadi Berkah |
"Masyarakat yang terliterasi akan tahu cara menyelamatkan diri secara mandiri, sehingga dapat menekan angka korban jiwa dan dampak psikologis," ucapnya, Selasa 28 April 2026.
Mamak menegaskan bahwa di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, literasi bencana adalah modal sosial yang paling berharga. FPRB mendorong adanya kolaborasi Pentahelix (Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media) untuk menjadikan mitigasi sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Sampang.
Dengan memperkuat fase pra-bencana, Kabupaten Sampang diharapkan tidak hanya sekadar "bertahan" saat bencana datang, tetapi memiliki ketangguhan (resilience) untuk segera bangkit kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....