KSM Tunas Harapan Jadi Motor Pengelolaan Lingkungan Karangsalam Lor

  • 27 Apr 2026 15:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Pengelolaan sampah di Desa Karangsalam Lor, Kecamatan Baturraden, terus dikembangkan melalui pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tunas Harapan sebagai motor utama dalam pengelolaan lingkungan desa.

Perangkat Desa Karangsalam Lor, Amin Nur Hasan, mengatakan sistem pengelolaan sampah saat ini dilakukan dengan mekanisme pengangkutan terpusat. Warga membayar iuran yang dikelola melalui kas RT, kemudian sampah dikumpulkan dari titik-titik penampungan warga untuk dibawa ke tempat pengolahan.

“Kita angkut dari beberapa titik-titik tong sampah ke tempat pengelolaan. Kita pilah di sana. Nanti yang bisa dijual kita jual, yang bisa buat pakan ternak kita pakan ternak,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan pengelolaan sampah di desa tersebut sempat berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), namun dinilai kurang optimal. Setelah dilakukan evaluasi, pengelolaan kemudian dialihkan dan diperkuat melalui KSM Tunas Harapan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“KSM ini kita reorganisasi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh perempuan seperti bidan, serta pemuda yang berperan sebagai pengurus. Selain itu, kita juga berkolaborasi dengan Pokdarwis dan Karang Taruna untuk memperkuat pengelolaan sampah secara bersama-sama,” jelasnya.

Menurut Amin, keterlibatan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi kunci dalam membangun kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Terlebih, potensi sektor wisata yang tinggi di Karangsalam Lor juga menuntut lingkungan yang bersih dan terkelola dengan baik.

Meski demikian, Amin mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam implementasinya. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Selain itu, keterbatasan pembiayaan untuk sarana dan operasional juga menjadi tantangan tersendiri.

“Kalau apa-apa terlalu mahal semuanya naik, iuran air udah mahal, iuran sampah pun sudah mahal, itu akan membebani masyarakat. Sehingga itu menjadi sebuah hambatan. Namun kita juga beberapa kali berdiskusi, kita akan mencoba solusi-solusilah,” katanya

Oleh karena itu, kini pihak desa tengah mengkaji penerapan sistem insentif berupa penukaran sampah dengan pengurangan iuran. Melalui skema tersebut, warga yang aktif memilah dan menyetorkan sampah bernilai ekonomis akan mendapatkan manfaat langsung.

Ke depan, Pemerintah Desa Karangsalam Lor juga berupaya memperkuat kelembagaan KSM melalui proses legalisasi agar dapat diakui secara resmi di tingkat daerah. Dengan demikian, KSM diharapkan dapat mengakses berbagai program dan dukungan dari pemerintah guna meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di desa. (Manda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....