Banjarmasin Aman Baimbaian, Generasi Muda Belajar Simulasi Bencana

  • 26 Apr 2026 18:55 WIB
  •  Banjarmasin

LRRI.CO.ID, Banjarmasin - Edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda menjadi fokus utama dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di Kota Banjarmasin. Melalui kegiatan bertajuk "Banjarmasin Aman Baimbaian", puluhan peserta mengikuti pelatihan teknis terkait langkah penyelamatan diri saat situasi darurat.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BPBD Kota Banjarmasin dengan komunitas Aman Duluan. Sinergi tersebut memberikan pembekalan praktis mulai dari pengoperasian alat pemadam api hingga simulasi evakuasi mandiri.

Founder Aman Duluan, Istiqla Faiha menyebut, pembahasan mengenai kebencanaan masih sangat jarang menyentuh kalangan anak muda. Padahal, kesiapan dalam menghadapi situasi darurat harus dibangun sejak dini.

"Seperti yang kita tahu, pembahasan tentang kebencanaan ini jarang dibahas oleh anak muda. Biasanya baru diperbincangkan setelah terjadi bencana," ujarnya Minggu, 26 April 2026.

Sementara itu, Aulia Tasya yang juga merupakan Founder Aman Duluan menambahkan, rangkaian edukasi ini sebenarnya sudah berjalan sejak pekan lalu. Selain seminar, pihaknya juga melakukan simulasi sistem peringatan dini atau early warning system di tingkat sekolah dasar.

"Tujuannya agar kita semua dapat menyiapkan kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana. Kita juga belajar penggunaan APAR dan evakuasi ketika terjadi gempa bumi," katanya menambahkan.

Penyebaran edukasi bencana bagi generasi muda ini pun mendapat respons positif dari otoritas terkait. Kepala BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin menilai keterlibatan aktif generasi merupakan pendukung utama dalam penyebaran informasi mitigasi.

Sinergi ini dinilai membantu pihaknya dalam menyosialisasikan edukasi bencana secara lebih luas dan kekinian. Ia berharap, melalui keterlibatan anak muda, informasi kebencanaan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Kegiatan ini luar biasa karena audiensnya dari kalangan anak muda. Kami harap tidak hanya satu atau dua orang saja yang paham, tapi seluruh Kota Banjarmasin bisa aman," ujar Husni Thamrin.

Selama pelatihan, para peserta tampak antusias mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan APAR serta teknik evakuasi saat gempa bumi. Salah satu peserta, Silvana Lathifah Adelia, memanfaatkan momentum ini untuk mengasah kemampuannya secara langsung.

"Anak muda penting banget untuk tahu mitigasi bencana karena yang memegang masa depan adalah kita. Harapannya bisa berlanjut terus dan lebih luas ke seluruh masyarakat," ucapnya.

Upaya penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi mitigasi ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan kota yang lebih baik. Peringatan HKBN 2026 ini menjadi bagian dari langkah panjang dalam menekan risiko dampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....