Disarpus Kota Bandung Gencarkan Revitalisasi Micro Library

  • 24 Apr 2026 15:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung terus mengoptimalkan peran micro library sebagai ruang literasi publik yang inklusif dan mudah diakses masyarakat. Saat ini, terdapat tiga micro library yang tersebar di Kecamatan Cicendo, Kiaracondong, dan kawasan Jalan Seram.

‎Kepala Disarpus Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari, menyampaikan bahwa fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu motor penggerak peningkatan budaya baca di Kota Bandung. Dua dari tiga micro library bahkan baru saja mendapat kunjungan dari mahasiswa Monash University, yang menunjukkan perhatian terhadap pengembangan literasi di tingkat lokal.

‎Menurut Dewi, tantangan ke depan bukan hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga memastikan keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat. Oleh karena itu, Disarpus berencana mereaktivasi dan menghidupkan kembali fungsi micro library dengan melibatkan berbagai komunitas.

‎“Ke depan, tantangannya adalah bagaimana gedung-gedung ini bisa lebih aktif dan dimanfaatkan secara optimal. Kami ingin melibatkan komunitas agar micro library benar-benar hidup dan menjadi ruang publik yang produktif,” uja Kenny, Jumat 24 April 2026.

‎Ia menjelaskan, micro library terbuka untuk umum dan dapat diakses secara gratis. Namun, sistem peminjaman buku masih dibatasi hanya untuk dibaca di tempat. Bagi masyarakat yang ingin membawa pulang buku, diwajibkan menjadi anggota perpustakaan utama (makro) yang berlokasi di Jalan Seram.

‎Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi untuk menggairahkan kembali minat baca masyarakat Kota Bandung. Dengan koleksi buku yang cukup beragam, mulai dari literatur umum hingga buku anak, Disarpus berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang edukasi dan interaksi sosial.

‎“Sayang sekali jika koleksi yang ada tidak dimanfaatkan. Harapannya, tingkat kegemaran membaca masyarakat bisa terus meningkat,” katanya.

‎Untuk meningkatkan aksesibilitas, jam operasional micro library juga telah diperpanjang. Jika sebelumnya hanya buka dari Senin hingga Jumat, kini layanan tersedia hingga hari Sabtu, meskipun dengan waktu operasional setengah hari.

‎Pengunjung yang datang pun cukup beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak. Disarpus juga menyediakan koleksi khusus anak guna menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

‎Meski demikian, pengelola tetap menerapkan aturan sederhana demi menjaga kenyamanan bersama. Salah satunya adalah larangan membawa makanan ke dalam area perpustakaan.

‎“Ini perpustakaan, bukan kafe. Jadi kami harapkan pengunjung bisa menjaga ketertiban dan kenyamanan saat membaca,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....