IKM Minakoto Buol Tembus Uji Lab Surabaya dan Kantongi Sertifikat TKDN
- 23 Apr 2026 15:27 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Buol terus memperkuat ekosistem Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Salah satu primadona yang kini menjadi sorotan adalah IKM Minakoto, produsen Virgin Coconut Oil (VCO) asal Kampung Bugis yang sukses meningkatkan standar produksinya ke level nasional.
Kepala Bidang Perindustrian Diskumperindag Buol, Widyastuti I. Batalipu, menjelaskan bahwa transformasi IKM Minakoto merupakan hasil pendampingan berkelanjutan sejak tahun 2021.
Sebelum mendapat sentuhan pemerintah, pelaku usaha VCO di Kampung Bugis masih menggunakan metode rumah tangga yang sangat terbatas. Bahkan, mereka harus menyewa alat penggiling kelapa dari pihak luar untuk beroperasi.
"Pemerintah daerah telah memberikan dukungan nyata berupa bantuan peralatan produksi. Kini, pemantauan perkembangan mereka pun sudah berbasis digital melalui SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional) setiap triwulannya," ujar Widyastuti, Kamis 23 April 2026
Memasuki tahun 2025, IKM Minakoto sukses memperkuat posisi tawar produk lokal Buol melalui serangkaian pencapaian strategis, mulai dari keberhasilan lolos uji nutrisi dan kualitas di laboratorium Surabaya tanpa kendala teknis, hingga prestasinya sebagai satu-satunya IKM olahan minyak di Kabupaten Buol yang mengantongi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Kepemilikan sertifikat TKDN ini memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi produk VCO mereka, terutama dalam memenangi prioritas pada pengadaan barang dan jasa pemerintah yang mewajibkan penggunaan produk lokal, sekaligus membuktikan bahwa kualitas industri rumahan Buol kini telah mampu bersaing di level formal yang lebih tinggi.
Meski secara kualitas dan legalitas sudah mumpuni, sektor industri di Buol tidak menampik adanya tantangan efisiensi anggaran daerah. Namun, Widyastuti menegaskan bahwa hal tersebut tidak menyurutkan pengawasan dan pendampingan terhadap IKM.
Kendala utama yang kini dihadapi adalah sektor pemasaran. Diskumperindag berharap adanya sinergi yang lebih kuat dari berbagai pemangku kepentingan untuk membantu memperluas jangkauan pasar.
"Standar produksi dan kualitas produk lokal kita sebenarnya sudah sangat mumpuni. Sekarang tinggal bagaimana kita bersinergi untuk memastikan produk ini dikenal luas dan diserap pasar secara maksimal," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....