Pertama Kali Digelar, "Lebaran Tinotok" Sukses Jadi Identitas Baru Warga Tanjung

  • 03 Jun 2026 13:21 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID - Buol - Sebuah inisiatif kreatif berbasis kearifan lokal lahir dari rahim masyarakat Lingkungan Tanjung, Kelurahan Buol. Terinspirasi dari tradisi daerah lain, warga setempat sukses menggelar acara "Lebaran Tinotok" untuk pertama kalinya. Acara ini diproyeksikan menjadi ikon budaya baru sekaligus ajang mempererat silaturahmi.

Ketua RW 04 Kelurahan Buol sekaligus Ketua Panitia Acara, Kasmin, mengungkapkan bahwa ide kegiatan ini murni digagas oleh masyarakat. Ada kerinduan mendalam akan hadirnya kegiatan positif di daerah sendiri saat hari raya besar.

"Kami juga ingin menekan kebiasaan warga yang kerap menghabiskan waktu libur lebaran ke luar daerah. Dengan adanya acara di sini, warga bisa berkumpul dan merayakan bersama," ujar Kasmin kepada RRI.

Nama kegiatan ini diambil dari Tinotok, salah satu kuliner tradisional legendaris yang sangat digemari oleh masyarakat Kabupaten Buol. Berbahan dasar Beras pulut (ketan) yang dicampur dengan santan kelapa dan diolah menjadi adonan. Kemudian Adonan dimasukkan ke dalam bilah bambu yang telah dilapisi daun pisang, kemudian dimasak dengan cara dibakar di atas bara api.

Uji coba perdana "Lebaran Tinotok" sengaja memanfaatkan momen Hari Raya Iduladha. Karena dinilai sukses besar dan mendapat respons yang sangat positif, warga sepakat untuk mematenkan tradisi ini. Ke depan, Lebaran Tinotok akan rutin dilaksanakan setiap momen Idulfitri dan Iduladha.

Hal paling memikat dari pelaksanaan Lebaran Tinotok adalah kemandiriannya. Acara ini sama sekali tidak mengandalkan donatur tunggal maupun anggaran khusus dari pemerintah.

Suasana hangat begitu terasa di sepanjang gang-gang kecil Lingkungan Tanjung. Di depan rumah, warga dengan sukarela menyajikan berbagai makanan khas daerah Kabupaten Buol yang bisa dicicipi langsung secara gratis oleh para pengunjung yang datang.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Lebaran Tinotok mengemban misi sosial yang mulia. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi identitas baru yang positif, sekaligus perlahan menghilangkan stigma buruk yang selama ini sempat melekat pada Lingkungan Tanjung.

Langkah kreatif warga Tanjung ini dinilai menjadi motivasi kuat bagi aparat pemerintah dan lingkungan lain di Kabupaten Buol. Harapannya, daerah lain ikut tergerak menyelenggarakan kegiatan serupa yang berbasis kearifan lokal, sehingga masyarakat semakin bangga dan aktif melestarikan kekayaan kuliner asli Kabupaten Buol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....