Menjelang Kemarau, Petani Tembakau di Jombang Mulai Tabur Benih

  • 22 Apr 2026 19:13 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang - Menjelang musim kemarau 2026, petani tembakau di Kabupaten Jombang mulai melakukan penaburan benih sebagai langkah awal memasuki masa tanam. Aktivitas ini menjadi bagian dari strategi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Di sejumlah wilayah, persiapan tanam mulai dilakukan meskipun sebagian petani masih menyelesaikan panen padi. Perbedaan kondisi lahan, terutama yang sebelumnya terdampak banjir, membuat proses menuju masa tanam berlangsung bertahap.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, Lasiman, menyampaikan bahwa saat ini belum seluruh petani masuk fase tanam. Ia menjelaskan, petani yang lahannya tidak terdampak banjir sudah mulai menyelesaikan panen, sedangkan lainnya masih menunggu waktu yang tepat.

“Untuk lahan yang tidak terdampak banjir, sebagian petani sudah mulai panen padi. Sementara yang terdampak masih menunggu sampai kondisi memungkinkan untuk dipanen,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, di tengah proses tersebut, sebagian petani mulai menyiapkan lahan sekaligus melakukan pembenihan sebagai tahapan awal budidaya tembakau.

“Sekarang sudah mulai ada yang mengolah lahan dan menabur benih. Kalau melihat pola yang ada, puncak masa tanam kemungkinan akan dimulai sekitar Mei,” katanya.

Dari sisi luasan, APTI Jombang memperkirakan tidak terjadi peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Luas tanam tembakau diproyeksikan tetap berada di kisaran 6.300 hektare, terutama di wilayah utara Sungai Brantas.

“Perkiraan luas tanam tahun ini masih cenderung sama seperti tahun lalu, belum ada perubahan berarti,” jelasnya.

Ia menambahkan, stagnannya luas tanam dipengaruhi oleh adanya peralihan sebagian lahan ke komoditas lain, terutama padi di beberapa wilayah.

“Di beberapa daerah, lahan yang sebelumnya ditanami tembakau saat ini masih digunakan untuk padi,” katanya.

Lasiman juga menyebutkan bahwa Kecamatan Kabuh masih menjadi wilayah dengan luasan tembakau terbesar, disusul Kecamatan Ploso sebagai salah satu sentra produksi utama.

Terkait waktu tanam, ia menilai masih terdapat ketidakpastian karena dipengaruhi kondisi cuaca yang fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.

“Belum bisa dipastikan apakah tanam akan lebih awal atau tidak, karena tahun lalu curah hujan cukup tinggi dan berlangsung lama. Biasanya petani mulai tanam saat kemarau sudah benar-benar stabil,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa informasi terkait potensi kemarau panjang telah diterima petani dari Dinas Pertanian berdasarkan prakiraan cuaca.

Sementara itu, Yusuf, salah satu petani tembakau di Kecamatan Kabuh, mengaku sudah mulai melakukan pembenihan lebih awal sebagai bentuk antisipasi terhadap musim kemarau. Ia menyebut persiapan dini penting agar tanaman bisa tumbuh optimal saat memasuki musim tanam.

“Saya sudah mulai menabur benih lebih awal supaya nanti saat kemarau datang, bibit sudah siap dipindah ke lahan. Jadi tidak terlalu tergesa-gesa,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir memang membuat petani harus lebih cermat menentukan waktu tanam agar tidak mengalami kerugian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....