Petani Kediri Harus Keluarkan Biaya Tambahan untuk Pengairan di Musim Kemarau

  • 22 Jun 2026 15:25 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Musim kemarau yang terjadi saat ini berdampak pada meningkatnya biaya operasional petani, khususnya untuk kebutuhan pengairan tanaman. Sejumlah petani mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa pompa air untuk pengairan lahan pertanian agar tanaman tetap dapat tumbuh optimal.

Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Choirul Huda, Senin, 22 Juni 2026 menyampaikan kemarau juga mengakibatkan menurunnya debit air sungai. Seminggu sekali petani harus melakukan pengairan menggunakan pompa air, terutama untuk tanaman jagung.

“Kemarau ini lahan banyak membutuhkan pengairan, ya petani harus mengeluarkan biaya untuk tambahan sewa diesel (pompa air) untuk pengairan. Sewa ada yang per jam dan ada yang luasan, per jam kemarin 20 ribu rupiah, kalau yang per luasan sekitar 150 ribu rupiah per 100 ru sawah,” ucapnya.

Ia mengungkapkan saat musim kemarau juga terdapat serangan hama tikus pada tanaman jagung . Sehingga sebagai langkah antisipasi, petani melakukan penyemprotan anti hama pada tanaman setiap sepuluh hari sekali.

Sementara Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pare, Dispertabun Kabupaten Kediri, Sri Hadiawati mengatakan pada musim kemarau sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian. Sehingga pihaknya mengimbau agar petani menanam tanaman yang tidak banyak membutuhkan air seperti jagung.

“Petani paling tidak menanam komoditas tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, contohnya jagung, kalau tebu kan tanaman tahunan. Perkiraan puncak kemarau terjadi pada bulan Juli akhir-Agustus tahun ini,” ujarnya.

Sri Hadiawati menambahkan terkait kemunculan hama tikus dan penyakit pada tanaman saat musim kemarau, pihaknya segera melakukan koordinasi kepada petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan). Sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir, dan petani tidak sampai mengalami kerugian maupun gagal panen serta produktivitas pertanian tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....