Petani di Jombang Diajak Perkuat Pengendalian Hama

  • 20 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Petani di Kabupaten Jombang didorong untuk memperkuat upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui budidaya yang lebih sehat serta pengamatan rutin di lahan pertanian. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya serangan penyakit tungro yang dibawa wereng hijau dan berpotensi menurunkan produktivitas padi.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang telah rutinmenggelar sosialisasi kepada kelompok tani, salah satunya di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, serta melakukan edukasi serupa di wilayah Kecamatan Mojoagung dan Sumobito. Kegiatan tersebut difokuskan pada pengenalan gejala serangan wereng hijau, pola penyebaran penyakit tungro, hingga teknik pengendalian yang lebih ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Perlindungan, Pascapanen, dan Pemasaran Hasil Pertanian, Ahmad Jani Masyhudi, mengatakan kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat potensi perkembangan hama semakin tinggi sehingga petani perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang mendukung berkembangnya hama dan penyakit tanaman. Karena itu, kami terus mengintensifkan pendampingan agar petani dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini demi menjaga hasil panen tetap optimal," ujarnya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Ahmad Jani, wilayah Desa Latsari menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian karena sekitar 60 hektare lahan sawah memiliki potensi terdampak penyakit tungro. Risiko tersebut juga dipengaruhi perubahan pola tanam menjadi padi sepanjang tahun yang dapat meningkatkan peluang berkembangnya organisme pengganggu tanaman.

Ia menambahkan, penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan juga dapat memicu peningkatan populasi wereng hijau yang berperan sebagai vektor penyebaran virus tungro. Oleh sebab itu, petani diimbau menerapkan pemupukan secara berimbang sesuai kebutuhan tanaman.

"Pemupukan yang tidak sesuai dosis justru dapat meningkatkan risiko serangan wereng hijau. Penggunaan pupuk secara tepat dan seimbang menjadi salah satu kunci untuk menekan penyebaran penyakit di lahan pertanian," katanya.

Selain sosialisasi, Dinas Pertanian juga mendorong penerapan Budidaya Tanaman Sehat (BTS) melalui pemanfaatan pupuk organik, mikroorganisme lokal, agens hayati, serta pelestarian musuh alami hama sebagai bagian dari pengendalian terpadu yang lebih berkelanjutan.

"Kami mengajak seluruh petani untuk memperkuat kerja sama dalam kelompok tani, aktif berkoordinasi dengan petugas lapangan, melakukan pengamatan rutin, serta menerapkan budidaya sesuai anjuran agar serangan hama dapat dicegah sejak awal," ucapnya.

Melalui langkah preventif tersebut, pemerintah berharap produktivitas padi di Kabupaten Jombang tetap terjaga sekaligus mengurangi risiko kerugian petani akibat serangan hama dan penyakit tanaman yang berpotensi meningkat pada musim tanam tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....