Minyak Goreng Langka, Pedagang Pasar Negara Menjerit

  • 22 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Denpasar

RRI,CO.ID, Jembrana - Kondisi pasar tradisional di Kabupaten Jembrana kian memprihatinkan. Para pedagang di Pasar Umum Negara kini hanya bisa gigit jari menghadapi fenomena "sudah mahal, barangnya pun hilang". Keluhan ini mencuat saat Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa 21 April 2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga minyak goreng kemasan melonjak drastis antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per liter. Jika sebelumnya pedagang menjual di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000, kini konsumen harus merogoh kocek hingga Rp19.000 sampai Rp22.000 per liter.

Kenaikan ini bukan tanpa beban. Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan, terutama program subsidi pemerintah, Minyakita, yang kini raib dari peredaran sejak sebulan terakhir. Endang Astuti, salah satu pedagang sembako, mengeluhkan dilema yang ia hadapi. Menurutnya, konsumen terus menanyakan stok minyak subsidi yang murah, namun distribusinya mandek total.

"Barangnya naik, tapi barangnya tidak ada. Dari 19 ribu, sekarang eceran sudah 22 ribu. Minyakita sudah lama kosong, padahal pembeli sering sekali mencarinya," keluh Endang.

Senada dengan Endang, Syafii, pedagang lainnya, menyebut kelangkaan ini mulai terasa pasca-Lebaran. Ia mengaku bingung karena kenaikan harga per karton sudah mencapai Rp20.000 dari tingkat distributor. "Kalau harga mahal tapi barangnya ada, pembeli mungkin masih bisa maklum. Tapi kalau sudah mahal dan barangnya kosong, kami mau apa lagi?" tuturnya dengan nada pasrah.

Merespons jeritan pedagang tersebut, I Putu Gede Mahaputra selaku petugas Dinas Koperindag Jembrana menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di level pasar. "Hampir semua jenis minyak goreng naik dan stoknya sangat menipis, terutama Minyakita. Kami akan menelusuri hingga ke tingkat distributor untuk mencari tahu di mana titik sumbatnya," tegas Mahaputra.

Sebagai langkah cepat, Dinas Koperindag Jembrana berencana segera berkoordinasi dengan Satgas Pangan Jembrana untuk mengurai benang kusut distribusi dan menstabilkan kembali harga di pasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....