Hikmah Qurban Perkuat Iman dan Sosial

  • 22 Apr 2026 07:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ibadah qurban memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sarat nilai keimanan dan sosial. Hal tersebut disampaikan Ustadz Suud Hasanudin dalam tausiyah program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Surabaya, Rabu, 22 April2026.

Ia menjelaskan, ibadah qurban berkaitan erat dengan pesan dalam Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Kautsar. “Surat Al-Kautsar ditujukan kepada Rasulullah SAW, bahwa Allah telah memberikan nikmat yang sangat besar. Karena itu, diperintahkan untuk shalat, memuji Allah, dan berqurban sebagai bentuk syukur,” ujar Ustadz Suud.

Menurutnya, Hari Raya Iduladha juga memiliki makna filosofis. Kata “Id” berarti kembali atau menengok, sementara “Adha” bermakna pengorbanan. Qurban menjadi bagian dari syariat Islam yang bersifat sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ibadah qurban merupakan aktivitas sakral yang berangkat dari sejarah Nabi Ibrahim AS.

“Peristiwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa cinta kepada Allah harus menjadi yang utama, bahkan melebihi kecintaan kepada anak sekalipun,” jelasnya.

Dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 102, dikisahkan bagaimana ketaatan Nabi Ibrahim diuji melalui perintah penyembelihan putranya, yang kemudian digantikan Allah dengan hewan qurban karena keikhlasannya.

Ustadz Suud menambahkan, terdapat tiga hikmah utama dalam ibadah qurban. Pertama, menanamkan nilai akidah berupa cinta kepada Allah SWT di atas segalanya.

“Manusia punya rasa cinta, tetapi qurban mengajarkan bahwa cinta tertinggi harus kepada Allah, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim,” ungkapnya.

Kedua, qurban menjadi sarana untuk mengikis sifat egois, rakus, dan serakah, sekaligus menumbuhkan solidaritas sosial.

“Ibadah qurban bukan hanya menyembelih hewan, tapi juga mengorbankan sifat-sifat buruk dalam diri kita,” tambahnya.

Ketiga, qurban mengajarkan komunikasi sosial melalui tindakan nyata, tidak hanya ucapan.

“Tidak semua komunikasi itu verbal. Qurban adalah bentuk komunikasi sosial yang diwujudkan melalui tindakan berbagi kepada sesama,” katanya.

Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, bahwa tidak ada amalan pada hari raya qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.

Melalui ibadah ini, umat Islam diharapkan tidak hanya meningkatkan ketakwaan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....