Regulasi Konten Digital Jaga Ekosistem Media Sehat
- 21 Apr 2026 19:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Masa depan penyiaran di Priangan Timur mendapat sorotan serius dari para pemangku kepentingan seperti Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat, Rafael Situmoran, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, hal tersebut terungkap dalam Nyemah Atikan Penyiaran bertema “Regulasi Konten Lokal dan Masa Depan Penyiaran di Priangan Timur” di Gedung BI Tasikmalaya, Selasa, 21 April 2026.
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang menilai penguatan regulasi di era digital menjadi keharusan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga mata dan telinga masyarakat dari konten yang bertebaran bebas di dunia maya saat ini.
Lebih lanjut Rafael mengatakan, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan lembaga penyiaran baik radio maupun televisi yang sudah memiliki regulasi di undang-undang maupun P3SPS.
“Kondisi ini menjadi tantangan bagi negara untuk memastikan ekosistem media tetap sehat dan tidak menimbulkan polemik,” katanya.
Dengan hadirnya regulasi yang mengatur tentang konten digital, Rafael meyakini, tidak hanya keadilan dalam berkreasi, namun keamanan masyarakat dalam mengkonsumsi konten pun akan senantiasa terjaga, apalagi menjaga seluruh tumpah darah Indonesia merupakan amanat nyata yang tertuang dalam prembule pembukaan Undang-undang.
Hal senada di ungkapkan, Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet. Menurutnya, tantangan deskripsi informasi menggerus nilai sosial budaya, Oleh karena itu perlunya kolaborasi antara lembaga penyiaran dan pers mahasiswa untuk memproduksi konten lokal yang taat regulasi.
“Harapannya, anak-anak Persma bisa menyumbangkan program lokal di Priangan Timur untuk sistem siaran jaringan televisi. Sekaligus menahan laju diskripsi informasi yang mendekonstruksi nilai kesundaan,” jelasnya.
Adiyana juga memaparkan hasil riset KPID Jabar terhadap 601 responden di enam klaster, termasuk Priangan Timur. Lebih dari 50 persen responden menilai media sosial telah merusak nilai sosial budaya, terutama bergesernya semangat gotong royong dan kolektivitas.
“Interaksi kini lebih didominasi gadget. Fomo dan individualisme makin kuat. Ini tantangan besar bagi kita semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Tasikmalaya, Dicky Candra menekankan pentingnya regulasi konten lokal sebagai benteng menghadapi derasnya arus informasi global. Dicky mengaku sempat merasa sedih karena perhatian terhadap Priangan Timur dinilai kurang.
Namun, ia optimis momentum kolaborasi dengan KPID Jabar dan DPRD Provinsi akan membuka jalan baru.
“Insyaallah Priangan Timur kembali diperhatikan. Ini awal yang baik untuk kerja sama lintas sektor, termasuk dengan media lokal yang memahami potensi daerah lebih dalam dibandingkan banyak pemimpin,” ujarnya.
Dicky juga mengingatkan agar maraknya penyiaran tidak membuat masyarakat malas membaca. “Jangan sampai tontonan memanjakan, lalu lahir masalah baru: malas literasi. Padahal membaca itu yang menguatkan wawasan,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....