Adiyana: Lembaga Penyiaran Jadi Pilar Penjaga Ketahanan Nasional
- 21 Apr 2026 18:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, Adiyana Slamet, menegaskan lembaga penyiaran tetap menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan nasional. Menurutnya, aspek sosial dan budaya yang melekat dalam penyiaran merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan bangsa.
Adiyana menyoroti fenomena meningkatnya akses masyarakat terhadap konten non-lokal yang kerap tidak sesuai dengan nilai dan identitas anak bangsa. “Media sosial bukan sekadar tempat bermain. Ia bisa menjadi alat bagi oknum atau negara tertentu untuk melakukan provokasi dan penetrasi ideologi ke ruang kognisi masyarakat,” ujarnya seusai kegiatan Nyemah Atikan Penyiaran bertema “Regulasi Konten Lokal dan Masa Depan Penyiaran di Priangan Timur” di Gedung BI Tasikmalaya, Selasa 21 April 2026.
Ia mengingatkan, hasil riset KPID Jawa Barat sejalan dengan temuan Lemhanas yang mencatat ada 78 negara menggunakan media sosial untuk menyisipkan kepentingan nasional mereka.
“Kognisi masyarakat terhadap nilai adab, agama, dan kebudayaan mulai terkikis. Bergeser pada individualisme, liberalisme, gaya hidup hedon, hingga fenomena Fomo. Padahal, nilai kesundaan yang nyunda itu harus tetap dijaga,” tegasnya.
Adiyana menekankan perlunya literasi media bagi masyarakat agar mampu menyikapi arus informasi global dengan bijak. “Penyiaran harus hadir sebagai benteng. Ia bukan hanya menyampaikan informasi, tapi juga menjaga jati diri bangsa,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....