UMKM Malut Didorong Go Digital dan Naik Kelas

  • 20 Apr 2026 16:28 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara memperkuat langkah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Bela Hotel Ternate, Senin 20 April 2026.

Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis. Melalui digitalisasi, produk lokal Maluku Utara didorong agar mampu menjangkau konsumen secara nasional.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menegaskan pasar bagi produk UMKM di daerah kepulauan masih relatif sempit jika hanya mengandalkan penjualan konvensional. Karena itu, transformasi digital dinilai menjadi solusi penting untuk memperluas jaringan pemasaran.

“Dengan adanya pelatihan penjualan secara digital, secara online, bisa memberikan akses untuk produk-produk lokal Maluku Utara untuk tidak hanya terbatas dalam geografi tapi bisa menjual secara nasional,” ujar Sherly.

Menurut dia, penguatan UMKM tidak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi seputar komunikasi bisnis, branding, digital marketing, hingga strategi pengembangan usaha. Pemerintah daerah berharap program ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.

Sherly menyebut pelatihan itu sebagai langkah awal membangun ekosistem inkubator bisnis bagi UMKM Maluku Utara agar naik kelas dan memiliki daya saing nasional.

“Ini adalah langkah awal yang baik sebagai sebuah inkubator memberikan pelatihan kepada UMKM Maluku Utara untuk bisa naik kelas, menjual produknya di market yang lebih luas melalui digital,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Kapolda Maluku Utara, serta tiga narasumber dari berbagai bidang. Antusiasme peserta terlihat tinggi selama sesi pelatihan berlangsung.

Kolaborasi BI dan Pemprov Maluku Utara ini diharapkan menjadi pendorong lahirnya lebih banyak UMKM unggulan yang mampu membawa produk khas daerah menembus pasar nasional, bahkan ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....