Tekan Sampah dari Hulu, DLH Banjarmasin Optimalkan Bank Sampah Sekolah

  • 18 Apr 2026 10:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin menyiapkan langkah optimalisasi program bank sampah di sekolah sebagai upaya menekan persoalan sampah dari hulu. Program ini dinilai strategis untuk mengurangi beban sampah sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir.

Langkah tersebut muncul di tengah kondisi pengelolaan sampah di Banjarmasin yang masih menghadapi berbagai tantangan. Dalam beberapa waktu terakhir, sampah bahkan kembali terlihat menumpuk di sejumlah titik seiring pembatasan pengiriman ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjarbakula.

Kepala DLH Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengatakan pihaknya terus menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya dengan memperkuat peran bank sampah di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

"Kami juga akan menyiapkan sejumlah perangkat untuk penanganan sampah di Kota Banjarmasin. Di antaranya adalah dengan bank sampah di setiap sekolah," kata Tezar.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu titik penting dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah sejak dini. Melalui optimalisasi bank sampah, siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah tetapi juga terbiasa menerapkannya sehari-hari.

Di tingkat sekolah, program bank sampah pada dasarnya sudah mulai berjalan meski belum sepenuhnya optimal. Hal tersebut disampaikan Tim Adiwiyata SMP Negeri 7 Banjarmasin, Isnaini Maryam.

Ia mengatakan sekolahnya telah memiliki bank sampah namun pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala. Kendala tersebut terutama terkait konsistensi pengelolaan serta partisipasi warga sekolah.

“Karena memang dengan berbagai aktivitas sekolah membuat bank sampah ini belum maksimal. Tapi nanti kita akan optimalkan lagi sesuai dengan arahan Pak Wali Kota untuk memilah sampah,” ucapnya.

Maryam menilai dukungan dan pendampingan dari pemerintah daerah akan sangat membantu. Hal itu diperlukan agar program bank sampah di sekolah dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pengamat Tata Kota dan Lingkungan, Dr. Eng. Akbar Rahman, menilai pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak.

Menurutnya, bank sampah merupakan salah satu instrumen yang efektif dalam mengurangi volume sampah dari sumbernya. Namun upaya tersebut perlu dibarengi dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Bank sampah efektif untuk mengurangi anorganik. Tapi PR besar kita ada di organik, jadi perlu juga memaksimalkan TPS3R yang telah dibentuk pemerintah,” katanya menjelaskqn.

Akbar juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem yang berkelanjutan di perkotaan.

Melalui optimalisasi bank sampah di sekolah, DLH Kota Banjarmasin berharap pengurangan sampah dapat dimulai dari lingkungan pendidikan. Upaya ini sekaligus diharapkan mampu menanamkan budaya peduli lingkungan kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....