Pengalaman KKN Internasional di Jepang Membuka Wawasan Cinta Lingkungan

  • 23 Jul 2026 06:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Aika Aslama Afnan, salah satu peserta KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat gelombang pertama membagikan pengalamannya terkait budaya di Jepang saat ia melakukan pengabdian. Aika mengakui banyak mendapatkan pengalaman saat melakukan pengabdian di Kitakyushu, kota besar yang terletak di ujung paling utara pulau Kyushu, Prefektur Fukuoka, Jepang.

“Masyarakat Jepang tidak hanya menggaungkan konsep “Zero Waste” seadanya. Sedari kecil mereka sudah membiasakan diri untuk memilah sampah,” ujar Aika dalam dialog Community Talk di Pro 2 RRI Banjarmasin pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Melihat kedisiplinan masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kecintaan terhadap lingkungan, Aika merasa lingkungan kampusnya juga bisa menerapkan hal yang sama. Kebiasaan ini dapat dimulai dari disiplin memilah barang-barang yang tidak perlu agar mengurangi penyimpanan barang yang tidak berguna.

“Saya rasa hal ini harus menjadi kebiasaan terlebih dahulu,” ucap Aika. “Di Indonesia beberapa sudah diterapkan, tinggal kesadaran masyarakat agar lebih disiplin layaknya masyarakat di Jepang.”

Minimnya penggunaan kendaraan bermotor dan kebiasaan jalan kaki juga menjadi sorotan Aika ketika melakukan pengabdian. Ia mengaku mulai terbiasa jalan kaki setelah pulang dari Jepang dan membiasakannya sebagai rutinitas harian menuju kampus.

“Yang membuat culture shock disana adalah mereka lebih memilih jalan kaki daripada memakai kendaraan pribadi disana,” ujar Aika. Menurutnya, transportasi umum lebih sering digunakan daripada kendaraan pribadi mengingat tarifnya yang lebih murah.

KKN Internasional Universitas Lambung Mangkurat akan terus membuka peluang bagi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat untuk menjadi bagian dari pengabdian masyarakat lintas negara. Aika berharap peserta KKN setelahnya dapat melanjutkan program yang telah dibangunnya bersama peserta lain pada gelombang pertama.

“Harapannya kampus bisa lebih menyiarkan apa yang telah kami dapat pada pengabdian sebelumnya. Mahasiswa yang ikut kedepannya juga lebih termotivasi untuk melanjutkan visi misi kami dari batch sebelumnya,” ucap Aika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....