Bulog Tolitoli Bantah Isu Harga Beras Anjlok

  • 16 Apr 2026 19:02 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Informasi yang beredar di sejumlah media terkait anjloknya harga beras di Kabupaten Tolitoli dibantah tegas oleh Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Tolitoli, Zahnaz Abdeli. Ia memastikan bahwa kabar tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Zahnaz menjelaskan, masuknya puluhan kontainer beras dari luar daerah ke gudang Bulog Tolitoli bukanlah penyebab turunnya harga beras petani. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari program nasional dalam rangka pemerataan stok cadangan pangan pemerintah.

“Distribusi beras dari luar daerah ini adalah program nasional untuk menjaga ketersediaan stok di seluruh wilayah kerja Bulog, khususnya di Tolitoli dan sekitarnya,” ujarnya, Kamis, (16 April 2026).

Ia menambahkan, beras yang masuk ke Tolitoli tersebut merupakan hasil pengadaan tahun 2025 yang didistribusikan untuk mengisi gudang Bulog di daerah. Langkah ini dilakukan agar cadangan pangan pemerintah tetap terjaga dengan baik.

Meski ada pasokan dari luar, Zahnas menegaskan pihaknya tetap aktif melakukan penyerapan hasil panen petani lokal. Dengan kapasitas gudang mencapai 8.500 ton dan stok saat ini sekitar 3.500 ton, Bulog masih memiliki ruang yang cukup untuk menyerap hasil produksi masyarakat.

“Di tahun 2026 ini, kami ditargetkan menyerap 750 ton beras. Hingga saat ini realisasinya sudah mencapai 327 ton atau sekitar 43 persen dari target,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa keberadaan beras dari luar daerah tidak akan mengganggu upaya penyerapan hasil panen petani di Tolitoli. Bulog, kata dia, tetap berkomitmen untuk membeli beras petani selama memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Adapun standar tersebut antara lain tingkat butir patah maksimal 25 persen. Jika kualitas tidak memenuhi kriteria, maka beras tidak dapat diterima sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi informasi yang menyebutkan Bulog mendatangkan beras dari luar sehingga menyebabkan harga beras petani anjlok itu sama sekali tidak benar,” tegas Zahnaz.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa penyerapan terbesar saat ini berasal dari wilayah Kecamatan Galang yang mencapai sekitar 70 persen dibandingkan kecamatan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Bulog tetap memprioritaskan hasil panen petani lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....