Pemkot Palu Siap Dukung Pengembangan Komoditas Unggulan Sulteng
- 16 Apr 2026 14:02 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor durian sebanyak 459 ton dengan tujuan pasar Tiongkok di Kelurahan Baiya pada Kamis, 17 April 2026. Kegiatan bertajuk "Berani Ekspor Raya Durian Sulteng Nambaso" ini dihadiri langsung oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, bersama jajaran pimpinan daerah.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, turut hadir memberikan dukungan terhadap penguatan komoditas unggulan daerah yang kini menembus pasar internasional. Pelepasan ekspor ditandai secara simbolis dengan pemasangan segel kontainer dan penekanan sirene sebagai tanda dimulainya pengiriman 17 kontainer berisi durian kualitas premium.
"Ini adalah langkah pelan namun pasti dalam menjadikan Sulawesi Tengah sebagai raja durian dunia," ujar Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, melaporkan bahwa nilai ekspor pada pengiriman hari ini mencapai angka Rp42,5 miliar. Sepanjang tahun 2026, pemerintah menargetkan total ekspor durian Sulawesi Tengah menembus angka 8.100 ton atau setara dengan nilai Rp750 miliar.
Data Barantin mencatat capaian ekspor durian sejak Januari hingga pertengahan April 2026 telah menyentuh angka 4.077 ton. Realisasi ekspor senilai Rp377,5 miliar tersebut diangkut menggunakan 151 kontainer melalui jalur perdagangan laut dan udara.
Gubernur Anwar Hafid berharap komoditas durian dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menyejahterakan para petani lokal. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga standar kualitas buah agar tetap memenuhi syarat ketat protokol karantina di negara tujuan.
Pemerintah Kota Palu menyatakan kesiapannya dalam mendukung infrastruktur pendukung ekspor guna meningkatkan daya saing produk lokal di mata dunia. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menjadikan Sulawesi Tengah sebagai pusat produksi durian terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan sektor perkebunan ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan devisa negara, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor pengemasan dan logistik. Keberhasilan ekspor raya ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas pertanian Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....