Waspada Karhutla, BMKG Ingatkan Potensi Musim Kemarau di Kalsel

  • 14 Apr 2026 16:47 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Penurunan curah hujan menjadi tanda awal masuknya musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan
  • Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat, terutama di wilayah rawan seperti lahan gambut
  • Kesiapsiagaan masyarakat dan pencegahan sejak dini menjadi kunci utama menghadapi risiko bencana

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi perhatian serius menjelang musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan. Hal ini disampaikan PMG Madya BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Yosef Luky Dwi Prasetya, M.Ling, dalam dialog Kentongan di RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 14 April 2026.

Menurut Yosef, kondisi cuaca saat ini masih berada pada masa peralihan musim dengan curah hujan yang cenderung menurun secara bertahap. Situasi tersebut menjadi sinyal awal bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan.

“Secara umum terjadi penurunan curah hujan menuju musim kemarau, meskipun tidak ekstrem di semua wilayah,” ujar Yosef. “Namun kondisi ini tetap perlu diantisipasi sejak dini agar risiko seperti tahun 2015 tidak terulang.”

Ia menambahkan, prediksi BMKG menunjukkan awal musim kemarau di Kalimantan Selatan akan berlangsung secara bertahap, dengan puncaknya terjadi pada pertengahan tahun. Sifat musim kemarau diperkirakan berada pada kategori normal hingga sedikit lebih kering di beberapa wilayah.

“Potensi karhutla tetap ada, terutama di daerah dengan lahan gambut dan vegetasi kering,” ucapnya. “Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sebelum kondisi semakin rentan.”

Program Kentongan di RRI PRO1 Banjarmasin, Selasa, 14 April 2026. (Foto: Tangkapan layar YouTube RRI PRO1 Banjarmasin)

Yosef menegaskan, BMKG terus memperkuat penyebaran informasi iklim melalui berbagai kanal agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat. Informasi tersebut diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi juga diimplementasikan dalam tindakan nyata di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya. “Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci utama dalam mencegah bencana di musim kemarau.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....