Tekan Pengangguran, Genjot Padat Karya dan Pelatihan Kompetensi

  • 13 Apr 2026 20:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menggulirkan program padat karya tematik dan pelatihan berbasis kompetensi sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran di Kota Bandung. Program ini resmi diluncurkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Taman Saturnus, Kecamatan Rancasari, Senin 13 April 2026.

‎Dalam sambutannya, Farhan mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kota Bandung saat ini mencapai 7,44 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Barat yang berada di kisaran 6,5 persen. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

‎“Artinya, salah satu tantangan terbesar kita adalah menyediakan lapangan pekerjaan. Program padat karya ini adalah bentuk nyata upaya pemerintah untuk menekan angka pengangguran,” ujar Farhan, senin 13 April 2026.

‎Ia menjelaskan, program padat karya tidak sekadar bersifat bantuan sosial, melainkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kemampuan dan etos kerja. Dalam program ini, para peserta akan dikontrak selama 10 hari untuk mengerjakan berbagai kegiatan berbasis lingkungan di wilayah masing-masing.

‎Farhan menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia berharap, performa kerja peserta dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pekerjaan tetap di masa mendatang.

‎“Ini bukan sekadar program sosial. Ini kesempatan kedua. Tunjukkan kerja optimal, siapa tahu ada yang melirik dan bisa dipekerjakan secara tetap,” katanya.

‎Selain itu, Pemkot Bandung juga menghadirkan pelatihan berbasis kompetensi yang menyasar masyarakat usia produktif, khususnya lulusan sekolah yang belum terserap dunia kerja. Program pelatihan ini dirancang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha yang terus berkembang.

‎Menurut Farhan, peningkatan keterampilan menjadi kunci penting dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat, terlebih Kota Bandung memiliki daya tarik tinggi sebagai tujuan para pencari kerja dari berbagai daerah.

‎“Persaingan semakin tajam. Maka kita harus memastikan warga Bandung punya skill yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ucapnya.

‎Ia menambahkan, kedua program tersebut tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas masyarakat serta kualitas lingkungan. Melalui kegiatan padat karya, masyarakat turut dilibatkan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan tempat tinggal.

‎“Langkah kecil seperti ini penting untuk mewujudkan kota yang asri, aman, sehat, resik, dan indah,” tuturnya.

‎Farhan juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Bandung, Dinas Ketenagakerjaan, serta jajaran kewilayahan yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan program tersebut.

‎" Berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus diperkuat guna menghadirkan solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan di Kota Bandung," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....