Pesona Wisata dan Budaya Gresik, Warisan Religi hingga Tradisi Pesisir
- 12 Apr 2026 10:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kabupaten Gresik, yang dikenal sebagai Kota Pudak, terus menunjukkan eksistensinya sebagai destinasi wisata yang kaya akan nilai sejarah, religi, dan budaya. Keberagaman potensi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Salah satu ikon wisata religi di Gresik adalah Makam Sunan Giri dan Makam Maulana Malik Ibrahim. Kedua situs ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga menyimpan sejarah penting penyebaran Islam di Pulau Jawa.
Selain wisata religi, Gresik juga memiliki destinasi wisata alam yang tak kalah menarik, seperti Bukit Jamur yang menawarkan panorama unik berupa batuan menyerupai jamur raksasa. Keindahan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta fotografi dan wisata alam.
Di sisi budaya, Gresik dikenal dengan beragam tradisi khas yang masih lestari hingga kini. Salah satunya adalah Tradisi Damar Kurung, seni lampion khas Gresik yang biasanya hadir saat bulan Ramadan dan menjadi simbol kearifan lokal masyarakat setempat.
Kanaya Zaldi Azzahra, Yuk Cilik Gresik 2024, menyampaikan bahwa Gresik memiliki potensi besar yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. “Gresik bukan hanya kota industri, tetapi juga memiliki kekayaan wisata dan budaya yang luar biasa. Mulai dari wisata religi, alam, hingga tradisi yang unik dan penuh makna,” ujarnya saat diwawancarai RRI Surabaya, Minggu, 12 April 2026.
Ia juga menambahkan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam melestarikan sekaligus mempromosikan potensi daerah. Menurutnya, promosi melalui media sosial menjadi salah satu cara efektif untuk menarik minat wisatawan.
“Sebagai generasi muda, kita harus bangga dan ikut mempromosikan budaya serta wisata Gresik agar semakin dikenal luas,” ucapnya.
Dengan perpaduan antara nilai sejarah, keindahan alam, dan kekayaan budaya, Gresik terus berbenah menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga sarat makna. Upaya pelestarian dan promosi yang melibatkan generasi muda diharapkan mampu menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....