Sidoarjo, Kota yang Menarik namun Masih Menyimpan Pekerjaan Rumah Besar
- 22 Jun 2026 12:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak potensi yang mampu menarik wisatawan. Mulai dari wisata budaya, kuliner khas, hingga pusat oleh-oleh yang menjadi identitas daerah. Namun di balik pesona tersebut, persoalan infrastruktur seperti jalan berlubang dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Azzarine Queisha, Finalis Miss Jatim 2025–2026 sekaligus Runner Up Miss Heritage 2026, yang menilai Sidoarjo memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Menurut Azzarine, Sidoarjo tidak hanya dikenal sebagai daerah penyangga Surabaya, tetapi juga memiliki identitas budaya dan kuliner yang kuat.
"Sidoarjo memiliki potensi yang luar biasa. Wisatawan dapat menikmati kuliner khas, membeli oleh-oleh, hingga mengenal budaya lokal yang masih terjaga. Ini menjadi kekuatan yang harus terus dipromosikan," ujar Azzarine Queisha.
Salah satu ikon budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat adalah Kampung Batik Jetis. Kawasan ini telah dikenal sebagai sentra batik sejak ratusan tahun lalu dan menjadi destinasi edukasi budaya bagi wisatawan. Pengunjung dapat melihat proses membatik secara langsung sekaligus membeli batik khas Sidoarjo dengan berbagai motif dan warna yang unik. Kampung Batik Jetis juga menjadi simbol pelestarian budaya di tengah perkembangan kawasan perkotaan.
Selain wisata budaya, sektor kuliner juga menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai makanan khas seperti bandeng asap, otak-otak bandeng, kupang lontong, sate kerang, hingga aneka olahan seafood menjadi pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Delta.
Tak hanya itu, sentra oleh-oleh di Sidoarjo juga berkembang pesat. Produk seperti kerupuk udang, petis, bandeng asap, batik, dan berbagai makanan khas menjadi buah tangan yang banyak dicari wisatawan sebelum kembali ke daerah asalnya.
Azzarine menilai, kekayaan budaya dan kuliner tersebut seharusnya didukung dengan infrastruktur yang memadai agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.
"Potensi wisatanya sangat besar, tetapi kenyamanan akses juga penting. Jalan yang baik dan lalu lintas yang lancar akan membuat wisatawan merasa aman dan ingin kembali berkunjung," katanya.
Di sisi lain, kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Sidoarjo masih menjadi keluhan masyarakat. Banyak ruas jalan yang berlubang dan membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Selain itu, kemacetan di beberapa titik utama juga kerap terjadi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Kemacetan tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi citra daerah sebagai tujuan wisata dan investasi. Sejumlah ruas jalan utama sering mengalami kepadatan kendaraan yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Menurut Azzarine, pembangunan pariwisata tidak hanya berbicara mengenai destinasi dan promosi, tetapi juga menyangkut kualitas infrastruktur.
"Sidoarjo memiliki banyak hal yang bisa dibanggakan. Namun pemerintah daerah juga perlu memberikan perhatian pada perbaikan jalan dan penataan lalu lintas agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal," ujarnya.
Dengan kekayaan budaya, kuliner, dan sentra oleh-oleh yang dimiliki, Kabupaten Sidoarjo dinilai memiliki modal besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Namun, perbaikan infrastruktur dan penanganan kemacetan menjadi langkah penting agar daya tarik tersebut dapat dinikmati dengan nyaman oleh masyarakat maupun wisatawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....