BPBD Payakumbuh Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Bagi Siswa Disabilitas
- 08 Apr 2026 21:09 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan melalui sosialisasi mitigasi dan simulasi evakuasi di SLB B Aua Kuning pada Rabu, 08 April 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta untuk mewujudkan mitigasi bencana yang inklusif. Fokus utamanya adalah memastikan aksesibilitas informasi dan fasilitas evakuasi bagi penyandang disabilitas serta lansia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Devitra menyebutkan bahwa siswa sekolah luar biasa membutuhkan pendekatan yang sangat khusus. Keterbatasan fisik maupun sensorik membuat mereka memerlukan keterampilan dasar penyelamatan diri yang lebih spesifik.
“Siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,” kata Devitra saat memberikan keterangan.
Ia menilai penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan besar saat harus berinteraksi dengan lingkungan dalam situasi darurat. Oleh karena itu, simulasi praktik langsung dianggap lebih efektif daripada sekadar pemberian materi secara lisan.
“Kami melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,” ujar Devitra.
Edukasi ini bertujuan membangun kemandirian warga sekolah agar dapat bertindak cepat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan yang berlangsung sejak Senin, 06 April 2026 tersebut diikuti oleh puluhan siswa dan belasan guru.
Narasumber dari Pusdalops PB BPBD Payakumbuh Meri Handayani menyusun materi secara sederhana agar mudah diaplikasikan. Peserta dilatih untuk mengenali risiko tinggi serta menyusun rencana evakuasi yang ramah terhadap disabilitas.
“Kami melatih evakuasi mandiri di lingkungan sekolah sehingga peserta memiliki gambaran nyata saat bencana terjadi,” jelas Meri.
Kepala SLB B Aua Kuning Silvia Witvita menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program yang dinilai sangat relevan tersebut. Ia mengaku kegiatan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kewaspadaan bagi seluruh warga sekolah.
“Siswa menjadi lebih paham sementara guru semakin siap dalam mendampingi mereka saat kondisi darurat,” ungkap Silvia.
Pihak sekolah berencana menjadikan simulasi mitigasi ini sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan demi menjaga kesiapsiagaan para siswa yang sebagian besar menetap di asrama sekolah.
Silvia menegaskan akan segera menyusun jalur evakuasi internal yang sesuai dengan standar keselamatan operasional. Keselamatan siswa menjadi prioritas utama bagi pengelola sekolah dalam menghadapi potensi ancaman bencana di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....