Lengkapi Pertukaran Pelajar, Bupati Kudus Siapkan Program Pertukaran Guru

  • 07 Apr 2026 15:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus — Pemerintah Kabupaten Kudus berencana memperluas program pertukaran pelajar dengan melibatkan guru sebagai peserta. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antar sekolah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, program pertukaran guru masih dalam tahap kajian. Pembahasan dilakukan bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

“Pertukaran pelajar maupun guru ini diharapkan mengurangi gap pendidikan, agar jarak tidak terlalu jauh. Jadi bisa saja kami laksanakan, untuk pertukaran guru baru digodok,” ujar Sam’ani, Selasa, 7 April 2026.

Sebelumnya, Pemkab Kudus telah meluncurkan program pertukaran pelajar pada Januari 2026. Sebanyak enam siswa dikirim ke sekolah penempatan untuk mempelajari potensi dan lingkungan belajar yang berbeda.

Program tersebut direncanakan akan kembali dilanjutkan pada Mei 2026. Pelaksanaan selanjutnya akan memiliki durasi lebih panjang dan melibatkan lebih banyak sekolah.

Terpisah, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus Ahadi Setiawan menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai program pertukaran guru dan pelajar dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan.

“Dari PGRI sangat mendukung. Alasannya karena siswa bisa saling menimba ilmu, pengalaman, sehingga bisa saling mengisi dan dunia pendidikan di Kudus bisa sejajar, tidak ada sekolah level atas atau bawah,” katanya.

Ahadi menambahkan, pertukaran guru juga akan berdampak positif terhadap pengalaman mengajar. Guru dapat memahami karakter siswa yang beragam melalui pengalaman di sekolah berbeda.

“Guru biar bisa merasakan kalau mengajar di sekolah lain. Dari situ, masing-masing guru punya kapabilitas menghadapi anak yang berbeda-beda secara keseluruhan,” ucapnya.

Terkait durasi pelaksanaan, Ahadi menyebut program idealnya berlangsung hingga dua minggu. Hal ini dinilai lebih efektif dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang hanya berlangsung satu minggu.(RK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....