Emas dan Listrik Penggerak Utama Inflasi Tahunan di Banjarmasin

  • 06 Apr 2026 12:32 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Secara tahun ke tahun (Maret 2026 terhadap Maret 2025), angka inflasi di Kota Banjarmasin pada Maret 2026 menyentuh angka 5,17 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat sebagai penyumbang utama inflasi tahunan dengan kenaikan yang cukup signifikan mencapai 25,94 persen dengan andil inflasi sebesar 2,29 persen.

Kepala BPS Kota Banjarmasin, Sukma Handayani, mengungkapkan hal ini terjadi akibat peningkatan harga emas. Meskipun terjadi fluktuasi harga, namun secara jangka panjang tren harga emas tetap menjadi motor utama yang memberikan tekanan inflasi.

"Harga emas posisinya masih lebih tinggi jika dibandingkan posisi Maret 2025. Peningkatan harga emas selama setahun terakhir ini menjadi motor utama yang mengerek angka inflasi tahunan kita," ujarnya pada Rabu lalu, 1 April 2026.

Selain emas, efek dari penyesuaian tarif listrik yang terjadi pada tahun sebelumnya juga masih memberikan dampak terhadap angka inflasi tahunan. Hal tersebut menjadikan kelompok perumahan, air, dan listrik menempati posisi kedua tertinggi sebagai penyumbang inflasi tahun ke tahun dengan inflasi sebesar 8,90 persen dan andil 1,32 persen.

"Masih ada efek meningkatnya harga tarif listrik di tahun 2025 untuk pelanggan pascabayar yang harganya masih bertahan hingga saat ini. Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan inflasi untuk kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga," ucap Sukma.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turut menjadi salah satu yang menyumbang inflasi dengan andil sebesar 1,14 persen. Komoditas pangan seperti daging ayam ras dan beras terpantau masih stabil di harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada Maret tahun sebelumnya.

Sementara itu, sebagai penahan laju inflasi tahunan, terdapat kelompok Transportasi yang terjadi deflasi dengan inflasi sebesar -0,80 persen dan andil -0,09 persen. Selain itu, kelompok Informasi dan Komunikasi yang juga mencatatkan deflasi dengan inflasi sebesar -0,27 persen dan andil sebesar -0,02 persen.

Komoditas seperti tarif parkir, ikan gabus, hingga bawang putih terpantau mengalami penurunan harga. Hal ini membantu menjaga keseimbangan daya beli warga di Kota Banjarmasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....