Ramadan Dorong Inflasi Maret di Banjarmasin Sebesar 0,35 Persen

  • 06 Apr 2026 12:29 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin mencatatkan inflasi sebesar 0,35 persen pada Maret 2026 secara bulan ke bulan (Maret 2026 terhadap Februari 2026). Momentum bulan suci Ramadan serta persiapan masyarakat dalam menyambut hari raya Idulfitri menjadi pemicu utama kenaikan harga pada berbagai komoditas pangan.

Kepala BPS Kota Banjarmasin, Sukma Handayani, menjelaskan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi sebesar 1,34 persen dengan andil sebesar 0,35 persen. Tingginya permintaan pasar terhadap bahan pokok selama momen hari besar keagamaan ini tercermin langsung pada indeks harga konsumen di lapangan.

"Peningkatan ini sesuai dengan kondisi bulan Maret lalu saat kita menghadapi suasana bulan puasa dan menyambut Idulfitri. Permintaan yang cukup meningkat tercermin dari kenaikan harga di kelompok pengeluaran ini," ujarnya dalam rilis resmi pada Rabu lalu, 1 April 2026.

Beberapa komoditas pangan yang menjadi pendorong utama inflasi antara lain adalah ikan nila, cabai merah, udang basah, hingga telur ayam ras. Selain bahan pangan, kenaikan harga bahan bakar minyak jenis bensin juga turut memberikan kontribusi terhadap laju inflasi bulanan di Kota Seribu Sungai.

Sektor kesehatan menempati urutan kedua sebagai penyumbang inflasi bulanan akibat adanya penyesuaian tarif layanan di fasilitas kesehatan swasta. Kenaikan biaya operasional pada sektor ini menyumbang inflasi sebesar 0,54 persen dan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

"Setelah ditelusuri ada beberapa rumah sakit swasta yang meningkatkan tarif rawat inapnya. Selain itu, kenaikan tarif dokter juga menjadi pendorong inflasi pada kelompok pengeluaran kesehatan ini," kata Sukma.

Di sisi lain, kelomlok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi kelompok yang mengalami deflasi dengan inflasi sebesar -0,29 persen dan andil inflasi -0,03 persen. Kelompok kedua penahan inflasi adalah Transportasi dengan inflasi sebesar -0,11 persen dengan andil -0,01 persen.

Terdapat beberapa komoditas yang menjadi penahan inflasi seperti angkutan udara, ketimun, hingga emas perhiasan. Penurunan harga sayuran seperti bayam dan kacang panjang turut membantu menstabilkan indeks harga konsumen secara keseluruhan.

Sementara penurunan harga emas perhiasan di tingkat lokal sangat dipengaruhi oleh konflik global. Kondisi tersebut membuat banyak investor mengalihkan aset mereka sehingga berdampak pada harga emas.

"Emas perhiasan mengalami penurunan harga yang disebabkan oleh adanya perang di Timur Tengah. Jadi banyak investor mengubah investasi mereka ke dolar Amerika," ucap Sukma.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....