Profesi Pustakawan Miliki Prospek Kerja yang Menjanjikan

  • 07 Jul 2026 19:18 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kebutuhan tenaga pustakawan profesional di instansi pemerintah dan swasta masih sangat tinggi, jauh melebihi ketersediaan sumber daya manusia yang ada.
  • UIN Antasari Banjarmasin adalah satu-satunya perguruan tinggi di Kalimantan Selatan yang menyediakan program studi formal ilmu perpustakaan dan telah berhasil menempatkan alumninya sebelum wisuda.
  • Perpustakaan modern telah bertransformasi menjadi ruang inklusi sosial yang memerlukan pustakawan berkompetensi tinggi dalam teknologi informasi, digitalisasi data, dan literasi.
  • Pemerintah telah menetapkan regulasi fungsional pustakawan dan diharapkan kedepannya pengupahan dan kesejahteraan pustakawan dapat disetarakan dengan profesi guru.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebutuhan tenaga pustakawan profesional di berbagai instansi pemerintah maupun swasta masih cukup tinggi. Namun, ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan informasi dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kalimantan Selatan, Dr. Moch. Isra Hajiri, M.Hum., dalam siaran "Lentera Kehidupan" RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 3 Juli 2026. Menurutnya, minat masyarakat terhadap Program Studi Ilmu Perpustakaan perlu terus ditingkatkan agar kebutuhan tenaga profesional dapat terpenuhi.

Ia menjelaskan, Program Studi Ilmu Perpustakaan di UIN Antasari Banjarmasin saat ini menjadi satu-satunya program pendidikan formal di Kalimantan Selatan yang mencetak tenaga pustakawan. Lulusan program tersebut memiliki peluang kerja yang luas di berbagai lembaga pendidikan maupun instansi lainnya.

"Banyak alumni kami yang bahkan belum lulus sudah bekerja di perpustakaan sekolah," ujar Isra Hajiri. “Hal ini menunjukkan kebutuhan tenaga pustakawan masih sangat tinggi.”

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat kompetensi di bidang pengelolaan arsip, digitalisasi data, dan manajemen pengetahuan semakin dibutuhkan. Karena itu, kurikulum pendidikan juga terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Isra Hajiri menambahkan, perpustakaan modern telah berkembang menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi bagi masyarakat. Kondisi tersebut menuntut pustakawan memiliki kreativitas dalam menghadirkan berbagai program literasi yang menarik.

"Perpustakaan merupakan jantung sekolah. Dari perpustakaan, ilmu pengetahuan mengalir ke seluruh lingkungan pendidikan," katanya.

Ia menilai kualitas perpustakaan akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan. Karena itu, profesi pustakawan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Menurut Isra Hajiri, pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui regulasi jabatan fungsional pustakawan. Ke depan, ia berharap kesejahteraan pustakawan dapat terus ditingkatkan seiring semakin besarnya peran mereka dalam pembangunan sumber daya manusia.

"Kesadaran untuk memajukan perpustakaan harus terus dibangun bersama. Langkah tersebut menjadi modal penting dalam mencetak generasi emas Indonesia," ujar Isra Hajiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....