Pemkab Banyumas Tata PKL dan Siapkan Revitalisasi Pasar Wage
- 06 Apr 2026 11:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas terus melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL). Sekaligus juga menyiapkan revitalisasi Pasar Wage Purwokerto agar lebih tertata dan nyaman.
Kepala DKUKMP Banyumas, Gatot Eko Purwadi menjelaskan, konsep utama dari penataan ini adalah mengembalikan fungsi ruang publik secara ideal. Pasar difungsikan sebagai tempat berdagang, sementara jalan digunakan sebagaimana mestinya.
“Konsepnya sederhana, pasar ya untuk pasar, jalan ya untuk jalan. Pedagang yang sebelumnya berjualan di sekitar kawasan luar, kita dorong masuk ke dalam pasar melalui sosialisasi dan edukasi,” katanya.
Selain penataan, Pemkab Banyumas juga merencanakan revitalisasi Pasar Wage. Namun, pelaksanaannya diproyeksikan berlangsung dalam dua tahun ke depan karena keterbatasan anggaran di tahun berjalan.
“Revitalisasi ini penting agar kondisi pasar menjadi lebih baik, lebih tertata, serta memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung,” ucap Gatot.
Sejauh ini, tahapan yang telah dilakukan meliputi sosialisasi kepada para pedagang serta penyusunan spesifikasi teknis revitalisasi. Pada 22 Maret lalu, para PKL yang sebelumnya berjualan di kawasan luar pasar telah dipindahkan ke dalam Pasar Wage secara sukarela, bahkan dengan membongkar lapak mereka sendiri.
Saat ini, proses penataan di dalam pasar masih terus dilakukan. Sebagian pedagang sudah menempati los yang disediakan, sementara sebagian lainnya masih menunggu perbaikan fasilitas.
Kedepannya, pemerintah juga akan menerapkan sistem zonasi di dalam pasar, seperti pemisahan area basah dan kering, guna meningkatkan kenyamanan serta kerapihan tata ruang. Dalam proses penataan ini, pemerintah memastikan tidak ada pedagang yang dirugikan, seluruh PKL yang ingin tetap berjualan akan difasilitasi tempat di dalam pasar.
“Tidak ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat. Semua kita tampung di dalam agar mereka tetap bisa menjalankan usahanya dengan baik,” katanya.
Gatot mengakui bahwa proses penataan ini membutuhkan waktu dan konsistensi, mengingat sebagian pedagang telah berjualan di lokasi lama selama puluhan tahun sehingga memerlukan adaptasi. Untuk mendukung revitalisasi, Pemkab Banyumas menargetkan proyek ini dapat direalisasikan pada tahun 2027 dengan mengupayakan sumber pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembebasan lahan di bagian depan pasar untuk dijadikan pintu masuk utama sekaligus wajah baru Pasar Wage. “Dengan berbagai upaya ini, kami optimistis Pasar Wage ke depan akan menjadi lebih baik, lebih representatif, dan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....