Karang Taruna Cibler Siap Cetak Lulusan Pertama Penanganan Putus Sekolah
- 06 Apr 2026 09:50 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Harapan baru bagi warga Cibeunying Kaler yang sempat kehilangan kesempatan pendidikan kini semakin nyata. Program Penanganan Putus Sekolah yang digagas Karang Taruna Cibeunying Kaler segera melahirkan lulusan pertama, menandai tonggak penting dalam upaya pemuda setempat menekan angka putus sekolah.
Ketua Karang Taruna Cibeunying Kaler, Ikhsan Maulana, menuturkan bahwa saat ini peserta tengah mengikuti ujian kesetaraan di Karya Duta Bandung. Sebanyak 97 orang mengikuti ujian Paket C setara SMA, sementara ujian Paket A dan B untuk tingkat SD dan SMP akan berlangsung pekan depan.
“Dari total 385 warga yang putus sekolah, gelombang pertama diikuti 97 orang. Kini 45 di antaranya sudah sampai tahap ujian. Ini bukti nyata bahwa program ini bukan sekadar wacana, melainkan jalan keluar bagi mereka yang ingin kembali menempuh pendidikan,” ujar Ikhsan. Senin 6 April 2026.
Antusiasme Masyarakat Meningkat
Program ini mendapat sambutan luas. Untuk angkatan berikutnya, 70 hingga 100 orang sudah mendaftar dan mengonfirmasi keikutsertaan. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak warga yang menaruh harapan besar pada program yang digagas Karang Taruna.
Ikhsan menambahkan, pihaknya berkomitmen menampung seluruh warga yang belum terakomodasi. “Masih ada sisa dari total 385 orang yang belum ikut. Kami ingin memastikan tidak ada lagi generasi muda yang kehilangan kesempatan belajar,” tegasnya.
Lebih dari Sekadar Pendidikan
Program ini bukan hanya soal ijazah. Kehadiran Karang Taruna sebagai penggerak membuka ruang bagi pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan sosial. Dengan dukungan masyarakat, program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemuda, keluarga, dan lingkungan dalam menciptakan masa depan yang lebih baik.
Selain itu, keberhasilan melahirkan lulusan pertama akan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Cibeunying Kaler menunjukkan bahwa masalah putus sekolah bisa ditangani dengan pendekatan komunitas yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....