Puluhan Gempabumi Mengguncang Bali dan Wilayah Sekitarnya

  • 05 Apr 2026 05:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Puluhan gempabumi kembali mengguncang wilayah Bali dan sekitarnya sepanjang periode 27 Maret hingga 2 April 2026. Berdasarkan analisis Stasiun Geofisika Denpasar, tercatat 68 Gempabumi terjadi di Bali dan wilayah sekitarnya yang didominasi Gempabumi dangkal.

Str. Geof Pmg Ahli Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harita kepada RRI.CO.ID di Denpasar membenarkan, puluhan gempa bumi melanda Bali dan wilayah sekitarnya dengan magnitudo yang bervariasi mulai dari 0.8 SR sampai 4.5 SR. Ia menjelaskan, kejadian gempabumi dengan magnitudo kurang dari 3 SR tercatat sebanyak 61 kejadian atau 89 persen dari total kejadian gempabumi.

Sedangkan Gempabumi dengan magnitudo 3 – 5 SR sebanyak 7 kejadian atau 10 persen dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5 SR. “Kami dari Stasiun Geofisika Denpasar mencatat 68 kejadian Gempabumi melanda Bali dan wilayah sekitarnya yang didominasi gempa dangkal dengan mangnito mulai dari 0,8 SR hingga sampai 4.5 SR,” ujar Azany Harits.

Azany Harits mengatakan, berdasarkan kedalaman, gempabumi yang mendominasi merupakqn kejadian gempabumi dangkal kurang dari 60 km sebesar 82 persen dari total kejadian gempabumi. Ia menjelaskan, gempabumi dangkal yang terjadi sebanyak 56 kejadian, terdapat sebanyak 12 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah 60 km - 300 km atau 17 persen dari total kejadian gempabumi, dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km.

“Gempabumi yang terjadi didominasi gempa dangkal dan tidak ada gempa bumi dengan kedalaman yang lebih dari 300 km terjadi di Bali maupun wilayah sekitarnya,” tuturnya.

Sepanjang periode 27 Maret hingga 2 April 2026, Stasiun Geofisika Denpasar mencatat 31 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 37 kejadian gempabumi terjadi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang diperkirakan berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores atau Flores Back Arc Thrust dan aktivitas sesar aktif. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....