KPU Purbalingga Pastikan 807 Ribu Data Pemilih Akurat

  • 02 Apr 2026 16:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan I Tahun 2026 di aula kantornya, Rabu (1/4/2026). Dalam rapat tersebut ditetapkan jumlah pemilih sebanyak 807.220 orang yang terdiri dari 407.105 laki-laki dan 400.115 perempuan.

Jumlah pemilih tersebut tersebar di 18 kecamatan dan 239 desa atau kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Purbalingga. Data ini merupakan hasil pemutakhiran berkelanjutan yang dilakukan untuk memastikan validitas daftar pemilih.

Ketua KPU Purbalingga, Zamaahsari, mengatakan data yang disajikan telah melalui proses verifikasi berlapis sesuai ketentuan yang berlaku. “Data yang kami sajikan sudah melalui proses-proses verifikasi sebelumnya, sehingga insya Allah lebih bersih, murni, akurat dan mutakhir sesuai ketentuan perundangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemutakhiran juga memperhatikan masukan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Purbalingga yang mencatat sejumlah potensi perubahan data. Di antaranya terdapat pemilih meninggal dunia sebanyak 13 orang, pindah keluar 13 orang, pindah masuk 6 orang, serta 55 pemilih baru yang telah ditindaklanjuti.

Menurutnya, pembaruan ini penting untuk memastikan tidak ada data ganda maupun pemilih yang tidak memenuhi syarat masih tercantum dalam daftar. “Semua sudah kami koordinasikan dan eksekusi sesuai kewenangan kami,” katanya.

Pemutakhiran data pemilih dilakukan secara berkala sebagai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta diperkuat melalui Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2025. Ketentuan ini mengharuskan KPU menjaga data pemilih tetap akurat dan mutakhir seiring perubahan data kependudukan.

Rapat pleno tersebut juga dihadiri perwakilan partai politik, instansi pemerintah, Bawaslu, serta pemantau pemilihan. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan terhadap data pemilih yang telah disusun.

“Jika ada masukan, kami sangat senang. Ini menjadi bagian dari upaya bersama agar data pemilih benar-benar akurat,” ucap Zamaahsari. Dengan pemutakhiran yang dilakukan secara berkala dan terbuka, diharapkan kualitas data pemilih semakin baik sebagai dasar penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....