Datu Kalampayan, Ulama Besar Tanah Banjar

  • 31 Mar 2026 16:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kehadiran Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari atau Datu Kalampayan merupakan anugerah besar dari Allah Swt bagi Kalimantan Selatan. Sosok beliau dikenal sebagai ulama berpengaruh di tanah Banjar. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Irsyadurrahman Ahmad, S.Th.I., M.Ag., dalam program Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menyampaikan bahwa Datu Kalampayan wafat pada 6 Syawal 1227 H dan meninggalkan warisan keilmuan yang luar biasa dalam membimbing umat Islam, khususnya di Kalimantan Selatan, untuk menyempurnakan ibadah. Metode pengajaran beliau hingga kini tetap menjadi rujukan utama.

Salah satu warisan terbesarnya adalah Kitab Sabilal Muhtadin, sebuah karya fikih mendalam yang disusun untuk membimbing umat dalam meraih rida Allah Swt. Hingga saat ini, kitab tersebut masih menjadi rujukan penting dalam literatur fikih di Asia Tenggara.

“Bagaimana tata cara wudu, salat, puasa, zakat, haji, dan lainnya, di situlah luar biasanya ajaran beliau agar kita dapat menyempurnakan ibadah,” ujarnya.

Menurut Ustaz Irsyadurrahman, akhlak dan kepribadian Datu Kalampayan yang mulia mampu memancarkan ketenteraman bagi siapa pun yang mengenangnya. Rasa tenang yang dirasakan para pencintanya merupakan karunia dari Allah Swt.

Ia juga menambahkan bahwa ziarah ke makam beliau dapat menjadi sarana refleksi untuk mengingat kembali ajaran serta wasiatnya. Melalui hal tersebut, diharapkan tumbuh rasa cinta yang lebih dalam untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan Rasulullah saw.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....