Bawaslu: Pengawasan Pemilu Arsitektur Integritas Demokrasi
- 15 Mar 2026 14:57 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, menyatakan bahwa pengawasan pemilu memiliki peran strategis sebagai arsitektur integritas demokrasi. Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan Kepulauan Riau yang digelar secara daring, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Lolly, pengawas pemilu tidak hanya memastikan tahapan pemilu berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjaga legitimasi proses demokrasi secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa pengawasan merupakan fondasi utama bagi terselenggaranya pemilu yang kredibel.
“Ketika kita bicara pengawasan pemilu, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang arsitektur integritas demokrasi. Pengawasan bukan sekadar mengawasi tahapan, tetapi menjaga integritas proses dan legitimasi demokrasi itu sendiri,” ujar Lolly dalam sambutannya.
Lolly menjelaskan bahwa Pasal 22E Undang-Undang Dasar 1945 telah menegaskan pemilu harus dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi dasar bagi Bawaslu dalam menjalankan mandat pengawasan.
Ia juga mengingatkan bahwa sistem pengawasan pemilu bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pencegahan, penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa. Pencegahan menjadi langkah penting agar potensi pelanggaran dapat diminimalkan sejak awal, sementara penanganan pelanggaran diperlukan untuk memulihkan keadilan dalam kompetisi politik.
Dalam kegiatan tersebut, Srikandi Bawaslu itu juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan pada masa non-tahapan pemilu. Ia menilai masa tersebut sering dianggap relatif santai, padahal justru menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kelembagaan pengawasan.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, Lolly mendorong jajaran pengawas pemilu untuk tetap kreatif dan inovatif. Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk tidak bekerja secara optimal, salah satunya dengan memperkuat pengawasan kolaboratif melalui pelibatan masyarakat.
“Demokrasi yang sehat tidak dibangun secara instan. Ia dipersiapkan jauh sebelum masa kontestasi dimulai, salah satunya melalui penguatan pengawasan dan partisipasi masyarakat,” tegas Lolly.
Lolly berharap kegiatan Ngabuburit Pengawasan dapat menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi bagi jajaran pengawas pemilu untuk terus memperkuat komitmen menjaga integritas demokrasi. Ia mengajak seluruh pihak memandang pengawasan pemilu sebagai ruang kolaborasi bersama, bukan sekadar kewenangan lembaga semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....