Bukan Ajang Bersaing, Kesetaraan Gender Hadir untuk Ciptakan Kehidupan Harmonis

  • 24 Mar 2026 11:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Dialog Pengarusutamaan Gender (PUG) di Pro 1 RRI Purwokerto kembali menghadirkan pembahasan menarik mengenai makna kesetaraan gender di tengah masyarakat. Program ini menghadirkan narasumber Estining Pamungkas, S. Sis, M. I. Kom dari GOW Purbalingga yang memberikan pemahaman mendalam terkait isu yang masih sering disalahartikan tersebut.

Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa kesetaraan gender bukan berarti menyamakan laki-laki dan perempuan secara mutlak. Perbedaan biologis tetap ada, seperti perempuan yang mengalami hamil dan menyusui.

Namun, gender lebih merujuk pada peran sosial yang selama ini kerap dibatasi oleh stigma, misalnya anggapan bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi atau tidak boleh bekerja. Estining juga menekankan bahwa tujuan utama kesetaraan gender adalah memberikan kesempatan yang adil bagi laki-laki dan perempuan untuk berkembang.

“Kita tidak sedang bersaing atau saling menggantikan, tetapi justru berkolaborasi. Laki-laki dan perempuan saling melengkapi,” katanya dalam dialog tersebut.

Selain itu, masih banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait konsep ini. Contohnya, ketika perempuan meminta bantuan, justru dianggap bertentangan dengan kesetaraan.

Padahal, kesetaraan bukan berarti melakukan semua hal sendiri, melainkan adanya saling dukung dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun pekerjaan. Dialog ini juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, seperti kasus kekerasan terhadap perempuan dan eksploitasi yang masih terjadi.

Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terus diperlukan agar kesetaraan gender dipahami secara utuh. Hal ini bukan sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai upaya menciptakan kehidupan yang lebih adil dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....