Kemarau 2026 Lebih Panjang, Petani Mulai Siaga
- 20 Mar 2026 14:45 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Pamekasan- Musim kemarau tahun 2026 diprediksi datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun 2025. Kondisi ini mulai diantisipasi para petani di Desa Bulay, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan.
Sejak dini, para petani melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak kekeringan, terutama pada sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan sumber air alternatif.
Sumur bor menjadi solusi utama yang dipilih petani, baik yang berasal dari bantuan pemerintah maupun hasil swadaya masyarakat. Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga pasokan air selama musim kemarau berlangsung.
Sugandi, salah satu petani setempat, mengatakan bahwa persiapan tersebut sudah dilakukan sejak jauh hari. Ia bersama petani lainnya tidak ingin mengambil risiko gagal panen akibat kekurangan air.
| Baca juga: Prakiraan Cuaca di Sampang, 4 Juli |
“Sumur bor telah kami siapkan untuk musim tanam kedua ini,” ujarnya, Jumat 20 Maret 2026.
Menurutnya, kesiapan sumber air menjadi faktor penting agar tanaman tetap bisa tumbuh meski curah hujan berkurang. Ia juga menyebutkan bahwa kerja sama antarpetani turut memperkuat kesiapan menghadapi musim kemarau.
Para petani berharap dengan langkah antisipasi ini, produktivitas pertanian tetap terjaga meskipun kondisi cuaca kurang bersahabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....