Program Literasi Keuangan SBM ITB Sasar Dewasa dan Anak Sukapura
- 13 Mar 2026 20:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menggelar program literasi keuangan bagi masyarakat, dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat IMPACTA 2026 di Masjid Al-Basith, Kelurahan Sukapura, Kota Bandung.
Program yang diinisiasi oleh Kelompok Keahlian Risiko Bisnis dan Keuangan (KK BRF) SBM ITB ini bertujuan meningkatkan keterampilan finansial masyarakat, dari berbagai kelompok usia. Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Dr. Eneng Nur Hasanah ini juga melibatkan kolaborasi dengan sejumlah universitas.
Pada sesi pertama, dosen SBM ITB Dr. Dzikri Firmasyah Hakam, Ph.D. menyampaikan materi bertajuk “Menuju Kemandirian Ekonomi yang Islami.” Menurutnya, literasi keuangan dapat dipelajari kapan saja tanpa mengenal batas usia.
“Tidak ada kata terlambat untuk siapa pun ketika mulai belajar literasi keuangan,” ujarnya, dalam keterangannya, Kamis 12 Maret 2026.
| Baca juga: Indonesia Records Success at ITB Berlin 2026 |
Dalam pemaparannya, Dzikri menekankan pentingnya kebiasaan mencatat dan menghitung sebagai fondasi dasar dalam pengelolaan keuangan keluarga. Peserta diperkenalkan pada berbagai konsep seperti perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan halal sesuai prinsip syariah, pengaturan pengeluaran, hingga pengenalan instrumen investasi.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam keluarga terkait keuangan. “Jangan jadikan penghitungan uang sebagai hal yang sensitif atau tabu. Komunikasi terbuka adalah prinsip penting dalam perencanaan keuangan,” jelasnya.
Pendekatan yang sederhana dan aplikatif membuat peserta lebih mudah memahami konsep pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus memperkuat kesadaran keluarga dalam mengatur keuangan secara transparan dan berkelanjutan.
Pada sesi kedua, dosen SBM ITB sekaligus anggota KK BRF, Atika Irawan, S.Mn., M.Sc., membawakan materi bertajuk “Muslim Cerdas Mengatur Uang.” Peserta pada sesi ini merupakan santri DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) kelas tinggi serta santri TQA (Ta’limul Qur’an lil Aulad) di Masjid Al-Basith dengan rentang usia 10 hingga 15 tahun.
Peserta juga diperkenalkan pada berbagai nominal uang beserta visualisasinya untuk membantu pemahaman dasar tentang nilai uang. Dalam sesi praktik, anak-anak diminta menggambar tiga barang yang ingin mereka beli jika memiliki uang sendiri.
Melalui contoh cerita sederhana, pemateri kemudian menjelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus mengajarkan cara menentukan prioritas pengeluaran. Materi juga dilengkapi dengan video animasi mengenai prinsip ekonomi syariah, termasuk etika meminjam uang yang dijelaskan secara sederhana dan mengacu pada nilai-nilai Al-Qur’an.
“Semua rezeki berasal dari Allah, sehingga harus dikelola dengan penuh tanggung jawab,” ujar Atika.
Melalui pembagian dua sesi berdasarkan kelompok usia, program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan keterampilan finansial masyarakat Sukapura secara menyeluruh.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui edukasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Tim KK BRF SBM ITB turut menyampaikan apresiasi kepada DKM Masjid Al-Basith serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....