Hari Perempuan Internasional 2026, Begini Sejarahnya
- 08 Mar 2026 08:31 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati setiap 8 Maret. Peringatan ini menjadi momentum untuk menghargai pencapaian perempuan sekaligus mengingatkan pentingnya kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan.
Menurut catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), gagasan peringatan hari khusus bagi perempuan berawal dari gerakan buruh di Amerika Utara dan Eropa pada awal abad ke-20. Pada masa itu, banyak perempuan bekerja di pabrik dengan upah rendah serta jam kerja yang panjang.
Mengutip laman resmi UN Women, pada 1910 aktivis asal Jerman, Clara Zetkin, mengusulkan penetapan Hari Perempuan Internasional. Usulan tersebut disampaikan dalam Konferensi Perempuan Sosialis di Copenhagen, Denmark.

Gagasan itu mendapat dukungan dari lebih dari 100 perempuan yang hadir dari berbagai negara. Mereka sepakat bahwa satu hari khusus diperlukan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, termasuk hak memilih dalam pemilu.
Setahun kemudian, pada 1911, Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati di sejumlah negara Eropa. Peringatan tersebut berlangsung di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss dengan berbagai aksi kampanye kesetaraan.
Tanggal 8 Maret kemudian menjadi simbol penting dalam sejarah gerakan perempuan dunia. Salah satu peristiwa yang sering dikaitkan dengan tanggal ini adalah aksi mogok kerja perempuan di Rusia pada 1917.
Sejak saat itu, 8 Maret dikenal luas sebagai hari perjuangan perempuan di berbagai negara. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak merefleksikan pentingnya menciptakan kehidupan yang lebih adil dan setara bagi semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....