ASN Kemenag Sabang Gelar Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan
- 04 Mar 2026 01:08 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Kementerian Agama Kota Sabang memanfaatkan fenomena gerhana bulan dengan menggelar Shalat Sunat Gerhana Bulan atau Shalat Khusuf di halaman kantor setempat. Momentum alam tersebut menjadi ruang refleksi untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual di bulan suci Ramadan. Selasa 3 Februari 2026.
Kegiatan diawali dengan khatam Al-Qur’an yang diikuti para ASN, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Setelah itu, rangkaian ibadah diteruskan dengan pelaksanaan Shalat Khusuf, Shalat Tarawih, dan Witir secara berjamaah. Suasana halaman kantor yang biasanya digunakan untuk aktivitas kedinasan berubah menjadi tempat ibadah yang penuh kekhusyukan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sabang, H. Samsul Bahri S.Ag, mengatakan gerhana bulan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang patut disikapi dengan memperbanyak ibadah. Ia mengajak seluruh ASN menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
“Gerhana bulan adalah tanda kekuasaan Allah. Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk meresponsnya dengan shalat dan doa, bukan dengan ketakutan atau keyakinan yang tidak berdasar. Momentum ini hendaknya semakin menguatkan iman dan meningkatkan kualitas ibadah kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersamaan dalam rangkaian ibadah sejak khatam Al-Qur’an hingga Shalat Witir menjadi bagian penting dalam membangun soliditas dan nilai spiritual di lingkungan kerja. Menurutnya, ASN Kementerian Agama tidak hanya dituntut profesional dalam tugas administratif, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Shalat Khusuf tersebut dipimpin oleh Imam yang juga Kasi Bimas Islam, H. Murdani S.Ag., M.A., sementara khutbah disampaikan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Firdaus S.Ag. Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa gerhana bukanlah peristiwa mistis ataupun pertanda buruk melainkan fenomena alam yang telah dijelaskan secara ilmiah dan syariat.
“Gerhana adalah sunnatullah yang terjadi karena peredaran benda langit. Tugas kita adalah memperbanyak zikir dan doa sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW. Jangan sampai peristiwa ini dihubungkan dengan mitos yang tidak memiliki dasar,” katanya dalam khutbah.
Secara astronomis, gerhana bulan terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi permukaan bulan. Dalam tradisi Islam, Rasulullah SAW mencontohkan pelaksanaan Shalat Khusuf secara berjamaah dengan bacaan panjang dan khutbah sebagai bentuk edukasi keagamaan kepada umat.
Kegiatan tersebut turut diikuti ASN Kantor Kementerian Agama Kota Sabang, ASN KUA Kecamatan, serta jajaran Kemenhaj. Seluruh peserta tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah hingga selesai. Momentum langka itu diharapkan semakin mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan peran ASN Kementerian Agama sebagai pelayan umat yang berintegritas dan religius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....