BPBD Bali Siaga Dampak MJO dan Siklon 90S
- 03 Mar 2026 13:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – BMKG mengeluarkan siaran pers terkait potensi cuaca ekstrem pada 2 Maret hingga 8 Maret 2026. Fenomena atmosfer Madden Julian Oscillation atau MJO disebut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, terpantau bibit siklon tropis 90S yang saat ini berada di sekitar Banten dan berpotensi bergerak ke arah timur hingga selatan perairan Bali. Kondisi ini berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin di sejumlah wilayah Bali.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Provinsi Bali, I Gede Indra Aryawan, mengatakan dampak cuaca ekstrem perlu diwaspadai karena Bali pernah mengalami banjir, banjir bandang, longsor, hingga pohon tumbang. Dampak tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga korban jiwa dan dampak psikososial.
“Untuk kabupaten dan kota di Provinsi Bali, seluruhnya masih dalam status waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang,”tegasnya.
Indra aryawan menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, hujan lebat saat ini masih berdampak di wilayah Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Namun, gelombang tinggi diperkirakan dapat mencapai perairan Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan perairan selatan Bali dengan ketinggian hingga 3,5 meter.
Kabupaten dan kota yang diminta waspada antara lain Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng. Masyarakat pesisir serta nelayan diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
“Diseminasi peringatan dini kami lakukan melalui jejaring OPD, BPBD kabupaten dan kota, TNI-Polri, PMI, radio komunikasi, media sosial BPBD Bali, hingga siaran televisi bersama BMKG,” ujarnya.
BPBD Provinsi Bali juga telah memasang sirine peringatan dini banjir di kawasan Tukad Badung yang memiliki tiga tahap informasi, yakni waspada, siaga, dan awas. Sosialisasi kepada masyarakat sekitar sungai telah dilakukan sebagai langkah mitigasi dini.
Dalam beberapa hari ke depan, BPBD bersama instansi terkait melakukan pemetaan potensi serta kesiapsiagaan personel dan peralatan. Tim reaksi cepat di tingkat desa dan kelurahan juga telah disiagakan untuk penanganan awal jika terjadi pohon tumbang atau bencana lainnya.
Indra mengimbau masyarakat tetap memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG selama Maret yang masih masuk musim hujan. Warga juga diminta mengurangi aktivitas berisiko seperti memancing di tempat terbuka saat hujan, mendaki saat cuaca buruk, serta waspada terhadap pohon besar, baliho, dan jaringan listrik saat angin kencang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....