Bom Ikan Rusak Terumbu Karang Majene

  • 27 Feb 2026 10:06 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Ekosistem terumbu karang di perairan Majene, khususnya sekitar Pantai Dato, dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat praktik penangkapan ikan destruktif.

Kepala UPA Laboratorium Terpadu sekaligus Dosen Program Studi Sumber Daya Akuatik Universitas Sulawesi Barat, Dr. Muhammad Nur, mengungkapkan kerusakan ini mengancam keberlanjutan sumber daya ikan. Ia menyebut Sulawesi Barat masuk kategori “sedang” terkait kesehatan ekosistem, namun beberapa titik pesisir sudah mengkhawatirkan.

“Di perairan Majene, khususnya di sekitar Pantai Dato, terumbu karang ini sudah mengalami degradasi atau kerusakan akibat pengeboman,” ujar Dr. Muhammad Nur.

Menurutnya, bom ikan dan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan membuat struktur terumbu karang hancur, menyisakan hamparan patahan seperti pasir di dasar laut. Kondisi ini menghilangkan fungsi habitat, tempat pemijahan, dan daerah mencari makan bagi berbagai jenis ikan ekonomis penting.

“Seharusnya kita merasa malu jika alam laut ini menjadi rusak karena ulah kita, bukankah kita hidup dan mencari nafkah di laut,” tegasnya.

Kerusakan terumbu karang di Majene juga dinilai berdampak langsung terhadap mata pencaharian nelayan lokal, karena kelimpahan ikan akan terus menurun jika ekosistem dasar tidak segera dipulihkan. Situasi ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir.

Dr. Muhammad Nur mendorong penegakan aturan lebih tegas terhadap pengeboman dan alat tangkap terlarang, disertai edukasi berkelanjutan kepada nelayan serta masyarakat. Ia menilai kolaborasi pemerintah, akademisi, dan komunitas pesisir penting untuk memulihkan terumbu karang sekaligus menjaga penghidupan generasi mendatang.

Upaya rehabilitasi, seperti pelestarian mangrove, padang lamun, dan perlindungan terumbu karang, disebut harus berjalan seiring dengan pengawasan lapangan yang efektif. Dengan demikian, potensi perairan Sulawesi Barat yang berada dalam kawasan segitiga terumbu karang dunia tetap terjaga dan memberi manfaat berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....