Pemkot Mataram Pertimbangkan TPST Skala Regional

  • 25 Feb 2026 17:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram tengah menghadapi dilema strategis dalam merespons tawaran pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern berkapasitas 300 ton per hari dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, mengatakan tawaran itu sangat strategis karena penanganan sampah menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami tentu mengapresiasi rencana ini. Jika terealisasi, kapasitas pengolahan sampah di Mataram akan meningkat drastis hingga 300 ton per hari,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Saat ini, volume sampah di Kota Mataram tercatat sekitar 250 ton per hari, sehingga fasilitas tersebut dinilai mampu menutup bahkan melampaui kebutuhan eksisting. Namun, menurutnya, terdapat persyaratan yang tidak mudah untuk dipenuhi. Pemerintah pusat mensyaratkan ketersediaan lahan minimal satu hektare serta dana stimulan sebesar Rp27,5 miliar per tahun.

“Masalah lahan satu hektare menjadi kendala utama kami. Kalau untuk stimulasi pembiayaan mungkin masih bisa kami siasati, tetapi lahan ini yang sedang kami kaji kembali,” katanya menegaskan.

Keterbatasan fiskal daerah juga menjadi pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan. Dengan kondisi keuangan yang minim, Pemkot harus berhitung cermat agar proyek strategis tersebut tidak membebani anggaran jangka panjang. Meski demikian, wali kota membuka peluang alternatif apabila lahan tidak dapat dipenuhi.

“Kalau memang tidak memungkinkan, kami akan mengusulkan skema regional agar pembangunan TPST lebih prospektif dan efisien,” ujarnya.

Sembari mengkaji tawaran tersebut, Pemerintah Kota Mataram tetap memperkuat infrastruktur yang sudah ada, yakni TPST Sandubaya dan TPST Kebon Talo Ampenan, yang masing-masing ditargetkan mampu mengolah hingga 60 ton sampah per hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....