Distribusi MBG Ramadan Disorot Ombudsman NTB

  • 24 Feb 2026 16:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID,Mataram - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mataram kembali menjadi perhatian publik setelah Ombudsman RI Perwakilan NTB menemukan dugaan makanan tidak layak konsumsi di SDN 2 Cakranegara. Temuan itu bermula dari laporan wali murid pada Senin 23 Februari 2026 terkait menu puding yang diduga basi karena berbusa dan berair saat hendak dikonsumsi siswa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ombudsman mendatangi sekolah pada Selasa 24 Februari 2026 untuk meminta klarifikasi. Kepala SDN 2 Cakranegara, Ahmadiyah, S.Pd., membenarkan adanya laporan tersebut.

“Begitu menerima informasi dari wali murid, kami langsung menyampaikan kepada pihak SPPG. Namun, mereka menyatakan saat distribusi kondisi makanan masih baik,” ujarnya.

Ia juga mengakui pihak sekolah sebelumnya pernah menyampaikan komplain terkait kualitas menu MBG.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Dwi Sudarsono, menjelaskan pihaknya menemukan dugaan maladministrasi dalam proses pendistribusian. Menurutnya, makanan diantar sekitar pukul 08.00 WITA ketika siswa masih berpuasa, sementara baru dikonsumsi saat berbuka.

“Jeda waktu yang cukup lama ini berpotensi menyebabkan penurunan kualitas makanan, apalagi jenis seperti puding yang daya tahannya terbatas di suhu ruang,” katanya.

Ia merujuk pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur pelayanan MBG selama Ramadan dan Idul Fitri. Dalam aturan tersebut, menu yang cepat basi tidak dianjurkan, serta dianjurkan penggunaan makanan kemasan sehat dengan standar keamanan pangan, termasuk pencantuman masa kedaluwarsa dan izin PIRT.

“Dari pantauan kami, menu MBG pada 23 dan 24 Februari tidak mencantumkan masa kedaluwarsa maupun izin produk,” ucap Dwi.

Atas temuan ini, Ombudsman akan mencatatnya sebagai bagian dari pemeriksaan dan meminta klarifikasi kepada pihak SPPG serta berkoordinasi dengan Satgas MBG. Ombudsman juga mengimbau masyarakat tidak ragu melaporkan dugaan maladministrasi.

“Kami berharap pengelola lebih berhati-hati agar tujuan pemenuhan gizi tercapai tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan,” kata Dwi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....