Balai Bahasa Kalsel Dorong Pelestarian Bahasa Ibu

  • 21 Feb 2026 16:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh setiap 21 Februari menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kelestarian bahasa ibu. Momen ini merujuk pada sejarah perjuangan di Bangladesh pada 1952 untuk mempertahankan bahasa ibu mereka sebagai identitas bangsa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Armiati Rasyid, menekankan bahwa bahasa daerah harus tetap eksis di tengah arus modernisasi. Menurutnya, sebuah bahasa hanya akan tetap hidup selama masyarakatnya masih aktif menuturkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Bahasa daerah ini akan tetap berkembang tetap eksis jika jumlah penuturnya tetap hidup juga dan ini tantangannya," ujarnya pada Jumat, 20 Februari 2026.

Armiati menjelaskan tema besar tahun ini mendorong generasi muda untuk mengambil peran dalam membentuk pendidikan multibahasa. Generasi muda saat ini bukan lagi sekadar penikmat budaya, melainkan ujung tombak dalam memperjuangkan keberlangsungan bahasa ibu.

"Jadi para generasi muda itu tidak hanya sekadar sebagai pengguna bahasa malah juga sebagai pencipta tren bahasa itu sendiri baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah," katanya menjelaskan.

Ia pun menyoroti media sosial kini yang kini dapat menjadi ruang baru untuk mempopulerkan kembali bahasa daerah seperti bahasa Banjar, Dayak Deah, hingga Dayak Bakumpai. Melalui konten yang kreatif dan relevan, bahasa daerah bisa tampil lebih menarik.

Dukungan nyata melalui pelibatan anak muda secara masif dalam kegiatan literasi dan pendokumentasian bahasa sangat diperlukan. Cara-cara modern seperti ini dianggap lebih efektif untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa asal mereka.

"Sehingga anak muda itu akan merasa bahasa daerah semakin keren dan dengan sendirinya bahasa ibu mereka pun akan tetap hidup," ucap Armiati.

Melalui semangat peringatan ini, Armiati berharap generasi muda Kalimantan Selatan dapat terus terbuka dan konsisten melestarikan bahasa. Kesadaran bersama sejak dini akan memastikan identitas dan kearifan lokal Banua tetap terjaga hingga masa yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....