Festival Mural Pasar PON, Seni Hidupkan Ekonomi Rakyat
- 18 Feb 2026 16:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Wajah tradisional Pasar PON Purwokerto kini tampil berbeda. Melalui gelaran Festival Mural yang diikuti seniman dari berbagai daerah, pasar yang biasanya identik dengan kegiatan konvensional jual-beli sayur, kini bertransformasi menjadi ruang publik yang penuh gairah seni.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, S.E, menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah terobosan. Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang menghias dinding, melainkan upaya menumbuhkan kreativitas di lingkungan yang selama ini dianggap kaku dan tradisional.
"Selama ini pasar bergerak sangat konvensional, orang datang, beli sayur, lalu pulang. Tidak ada sesuatu yang menarik. Dengan mengundang peserta dari Jogja, Magelang, hingga Malang, kami ingin menghidupkan kegairahan baru di pasar ini," ungkapnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Senin, (16/02/2026).
Pemerintah Banyumas berharap festival ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata (multi-layer effect). Di tengah gempuran belanja online dan pedagang keliling, seni mural diharapkan menjadi daya tarik visual yang membuat masyarakat sengaja datang berkunjung.
Lebih lanjut, Gatot Eko Purwadi, menekankan bahwa kehadiran pengunjung untuk menikmati seni seringkali berlanjut pada aktivitas belanja. "Yang tadinya hanya ingin melihat-lihat karya, akhirnya berubah pikiran untuk belanja. Inilah dampak nyata yang kami harapkan bagi para pedagang," katanya.
Dukungan penuh juga datang dari kebijakan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono yang menginginkan Purwokerto terus bergairah melalui berbagai event harian. Ruang-ruang publik di pasar kini dibuka seluas-luasnya bagi para budayawan, seniman, dan komunitas kreatif untuk berkarya dan berdiskusi.
Salah satu peserta yang berasal dari Magelang menyatakan antusiasmenya. Sebagai seniman yang aktif dalam kompetisi mural, ia merasa terpanggil untuk hadir di setiap gelaran festival serupa guna menyalurkan hobi dan bakatnya.

Dalam karyanya, seniman asal Magelang tersebut mengusung konsep ajakan persuasif kepada masyarakat untuk kembali berbelanja di Pasar Pon Purwokerto. Ia ingin meluruskan persepsi bahwa berbelanja di pasar rakyat memiliki banyak keuntungan kompetitif.
"Konsep mural saya adalah ajakan belanja di Pasar Pon karena harganya lebih murah. Kalau belanja murah, sisanya bisa kita tabung. Barangnya pun lebih segar dan 'orisinal' karena langsung dari sumbernya," ucap peserta tersebut dengan semangat.
Selain faktor ekonomi pribadi, ia juga menekankan nilai sosial dari setiap transaksi di pasar. Dengan berbelanja di Pasar Pon, masyarakat secara langsung turut membantu dan memperkuat fondasi ekonomi rakyat kecil yang menjadi penggerak pasar tradisional.
Ke depannya, pihak pengelola berharap kegiatan ini tidak menjadi agenda sekali jalan.
Festival Lomba Mural ini diharapkan menjadi pemantik bagi program-program berkelanjutan yang mampu melahirkan ide-ide segar, baik bagi anak muda maupun bagi manajemen pasar itu sendiri.
Dengan sinergi antara seni dan niaga, Pasar Pon Purwokerto kini tidak lagi hanya menjadi tempat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi destinasi kreatif yang memberikan ruang bagi ekspresi anak muda sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....