Sebuah Refleksi Dari Pesan Hari Kanker Sedunia

  • 11 Feb 2026 21:28 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Setiap tanggal 4 Februari, dunia kembali diingatkan bahwa kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar umat manusia. Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia 2026, sering sekali mendengar pesan global yang banyak dikutip dalam kampanye ini yaitu“Many cancers can be cured if diagnosed early and treated appropriately” yang terdengar sederhana, optimistis, dan penuh harapan.

Dibalik kesederhanaannya kalimat tersebut, tersembunyi realitas medis yang jauh lebih kompleks. Pesan ini kerap dipahami secara harfiah sebagai ajakan untuk melakukan deteksi dini melalui

pemeriksaan rutin atau skrining.

Padahal, tidak semua kanker memberikan “kemewahan” berupa gejala awal yang jelas atau metode skrining yang efektif. Beberapa jenis kanker, termasuk leukemia, terutama Chronic Myeloid Leukemia (CML), sering berkembang secara senyap, tanpa tanda khas yang mudah dikenali oleh masyarakat (saat itu).

Andrian Rakhmatsyah, Komunitas CML dan GIST Jawa Barat mengatakan Dalam konteks ini, makna deteksi dini perlu dimaknai lebih luas: bukan semata soal alat, tetapi juga kesadaran terhadap perubahan tubuh, gejala samar, dan keberanian untuk memeriksakan diri."Di sinilah pentingnya membedakan antara deteksi dini secara teknis dan kesadaran klinis secara awam. Refleksi ini menjadi sangat personal bagi saya karena perjalanan panjang yang dimulai sejak pertengahan Januari 2011. Saat itu, tidak ada gejala dramatis yang langsung mengarah pada kata leukemia"ucapnya. Rabu,11 Februari 2026.

Baca Juga: Subang, Tuan Rumah Penyerahan Aset Sitaan KPK

Kutipan ini bukan dimaksudkan untuk menyangkal pesan yang ada, melainkan untuk memperkaya pemahamannya. 


Sebuah refleksi pribadi, terutama untuk pejuang CML dan Gastrointestinal Strumor Tumor (GIST), bahwa harapan dalam kanker tidak selalu identik dengan kata “sembuh”, melainkan dengan ketepatan diagnosis, keberlanjutan pengobatan, dan kualitas hidup yang terjaga.

Pesan early detection  menjadi sangat kuat untuk kanker dengan jalur skrining yang jelas. Namun, untuk kanker seperti leukemia, khususnya CML, “deteksi dini” sering kali terdengar ideal tetapi sulit diwujudkan secara praktis. Tidak ada skrining massal, tidak ada gejala khas di awal, dan sering kali diagnosis datang secara tidak disengaja melalui pemeriksaan darah rutin.

Bagi para pejuang leukimia CML, beberapa diantaranya perlu memiliki makna yang sangat dalam yaitu :

1. Kepatuhan Mutlak (Adherence): Disiplin minum obat setiap hari pada waktu yang sama.

2. Pemantauan Presisi (Monitoring): Rutin tes hematologi dan tes molekuler (BCR-ABL1

kuantitatif) sesuai jadwal (biasanya tiap 3 bulan di awal).

3. Manajemen Efek Samping & Kualitas Hidup: Mengkomunikasikan efek samping kepada dokter agar bisa dikelola, sehingga pasien tidak berhenti minum obat karena merasa tidak nyaman.

4. Pencapaian Target (Hitting Milestones): Memastikan bahwa angka BCR-ABL1 turun sesuai target waktu medis untuk meminimalkan risiko progresi ke fase krisis blast.

Baca Juga: Daun Singkong Sumber Gizi Tradisional Nusantara Alami

Andrian Rakhmatsyah, menjelaskan Pengalamannya mengajarkan sejak awal bahwa, pada CML, deteksi dini sering kali bukan hasil dari skrining terencana, melainkan dari kepedulian terhadap sinyal-sinyal kecil yang diberikan tubuh. "pada masa itu saya masih sangat awam, obat yang harus diminum setiap hari, dalam jangka waktu yang tidak jelas ujungnya. Sejak saat itu, hidup saya berjalan dalam irama baru seperti disiplin minum obat, pemeriksaan darah berkala, dan menunggu hasil yang tidak pernah benar-benar netral secara emosional"jelasnya.

Baca Juga: PMI Cianjur Berhasil Menggalang Dana Hingga 1 Miliar

Bagi banyaknya pejuang CML, bisa jadi sembuh berarti hidup utuh, produktif, dan bermakna, meski dengan obat yang diminum setiap hari. Dan di sanalah makna terdalam dari pesan “Many cancers can be cured if diagnosed early and treated appropriately” berada. Maka, bagi CML, pesan Hari Kanker Sedunia tidak hanya berbunyi “bisa disembuhkan jika dideteksi dini”, tetapi juga “bisa dijalani dengan baik jika dikenali,dipantau, dan dipatuhi”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....