Paguyuban Pedagang Pasar Wage Dukung Penataan Jalan Vihara
- 11 Feb 2026 09:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Rencana penataan pedagang di sepanjang Jalan Vihara, Pasar Wage Purwokerto, mendapat tanggapan dari para pedagang. Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3), H. Mohammad Toha, menyampaikan bahwa pada prinsipnya para pedagang, khususnya yang berjualan di luar area pasar, mendukung upaya penataan tersebut.
Menurut Toha, sebelumnya telah dilakukan pertemuan antara perwakilan pedagang luar pasar dengan pihak paguyuban, serta sejumlah instansi terkait. Dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyatakan persetujuan terhadap rencana penataan, dengan catatan masih terdapat pembahasan mengenai waktu pelaksanaannya.
Ia menegaskan bahwa P3 sejak awal selalu dilibatkan dalam proses komunikasi dan diskusi bersama pemerintah. Paguyuban secara aktif diundang untuk membahas langkah-langkah penanganan penataan pedagang agar situasi Pasar Wage tetap aman, kondusif, dan tidak menimbulkan gejolak di kalangan pedagang.
“Sejak dari awal selalu kita diundang komunikasi, ngobrol bareng, diskusi tentang bagaimana cara penanganan masalah penataan yang ada di Pasar Wage agar tetap kondusif aman.” Ujar Toha pada Rabu (11/02/26).
Toha berharap agar tidak ada pedagang kecil yang dirugikan dalam program dalam penataan tersebut. Namun demikian, ia mengakui bahwa kondisi di lapangan cukup kompleks, mengingat jumlah pedagang di luar pasar terus bertambah dari waktu ke waktu.
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi dinas terkait dalam menetapkan aturan dan teknis penataan secara detail. Ia juga mengungkapkan adanya perbedaan kondisi antara pedagang di luar dan di dalam pasar.
Pedagang yang berjualan di luar Jalan Vihara dinilai relatif bebas berjualan sepanjang hari tanpa dikenakan retribusi, sementara pedagang di dalam pasar mengeluhkan sepinya pengunjung. Akses masuk pasar yang sempit akibat padatnya pedagang di luar menjadi salah satu penyebab berkurangnya pembeli ke dalam pasar.
Peran paguyuban dinilai hanya sebagai jembatan komunikasi antara pedagang dan pemerintah. Oleh karena itu, paguyuban tidak memiliki kewenangan untuk mengusulkan kebijakan penataan secara langsung.
Toha berharap ke depannya dapat terjalin kolaborasi yang baik antara pedagang Pasar Wage dan pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh pedagang untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi terciptanya ketertiban bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....