Nilai Tukar Petani Sulbar Alami Penurunan
- 09 Feb 2026 19:24 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Barat pada Januari 2026 mengalami deflasi yang berdampak pada turunnya kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksinya.
Hal tersebut disampaikan oleh Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Mamuju, Shyfa Aulia Rahmi, dalam dialog interaktif RRI Mamuju, Senin, 9 Februari 2026.
Ia menjelaskan, bahwa berdasarkan data yang baru saja dirilis, kondisi petani pada Januari 2026 justru mengalami penurunan dari sisi pendapatan. Data tersebut menunjukkan bahwa pendapatan petani belum cukup untuk memenuhi konsumsi rumah tangga maupun biaya modal produksi.
"Berdasarkan data yang baru saja dirilis, nilai tukar petani di bulan Januari ini malah deflasi. Artinya pendapatan petani ini tidak cukup untuk memenuhi konsumsi rumah tangga atau biaya modalnya. Jadi ini mungkin salah satu efek dari inflasi juga yang terasa langsung ke petani," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulawesi Barat mengenai Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Barat pada Januari 2026, melalui hasil pemantauan harga produsen berbagai komoditas barang dan jasa di daerah perdesaan menunjukkan bahwa NTP Sulawesi Barat pada Januari 2026 tercatat sebesar 127,62 atau turun 1,18 persen dibandingkan NTP Desember 2025 yang sebesar 129,15.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani yang mengalami penurunan sebesar 0,55 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani justru mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....