Pembatasan Ritase Dorong Sandubaya Perketat Kelola Sampah

  • 08 Feb 2026 15:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pembatasan ritase pengangkutan sampah ke TPAR Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, yang hanya mengizinkan satu kali pengangkutan per lingkungan per hari, memunculkan tantangan serius bagi wilayah perkotaan. Di Kecamatan Sandubaya, kebijakan ini berpotensi memicu penumpukan sampah rumah tangga dan munculnya titik pembuangan liar jika tidak diantisipasi dengan langkah cepat dan terukur.

Camat Sandubaya, Henny Suyasi, mengatakan kecamatannya berada dalam posisi dilematis setelah kebijakan tersebut diberlakukan. Sebelumnya, volume sampah di Sandubaya dapat diangkut hingga tiga kali sehari, namun kini kapasitas itu dipangkas signifikan. 

“Kondisi ini memaksa kami mengubah pola penanganan, tidak lagi hanya fokus mengangkut, tetapi mengelola dari sumbernya,” ujarnya, Minggu 8 Februari 2026.

Sebagai respons, Kecamatan Sandubaya melakukan intervensi masif dengan melibatkan lurah, kepala lingkungan, RT, kader, hingga petugas Linmas. Strategi yang ditempuh menitikberatkan pada edukasi petugas dan masyarakat terkait pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. 

"Langkah kami nilai penting untuk mencegah penolakan sampah di TPS akibat belum terpilah dengan baik," jelasnya.

Henny menambahkan, upaya pengelolaan di hulu menjadi krusial mengingat keterbatasan kapasitas pengolahan. Mesin insinerator yang ada hanya mampu mengolah sekitar 10 ton sampah per hari, sementara timbulan sampah harian mencapai sekitar 150 ton.

“Tanpa peran aktif masyarakat, beban ini akan terus menumpuk dan menimbulkan masalah baru di hilir,” katanya.

Selain itu, pengawasan diperketat di titik-titik rawan pembuangan liar, terutama di kawasan Mandalika. Pemerintah Kota Mataram juga menyiapkan dua lokasi alternatif sebagai solusi jangka pendek untuk mengurai kepadatan di TPS utama.

“Kami ingin memastikan pengelolaan sampah tidak menimbulkan dampak lingkungan dan sosial, khususnya bau dan tumpukan yang meresahkan warga,” kata Henny.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....