Perbaiki Jalan Desa, Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Rp4,6 Miliar
- 04 Feb 2026 18:03 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,6 miliar melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedesaan.
Dana tersebut dimanfaatkan Pemerintah Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Pembangunan jalan cor beton sepanjang 1.886,5 meter ini membentang di wilayah utara Kecamatan Balen, tepat di tengah hamparan sawah hijau yang menyejukkan mata.
Jalan yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini bertransformasi menjadi jalur mulus yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan.
Infrastruktur tersebut menghubungkan Desa Mulyoagung dengan Desa Bogo serta menjadi akses alternatif menuju pusat Kota Bojonegoro melalui Jalan Veteran.
Titik pembangunan tersebar di wilayah RT 1, 8, 10, dan 11 Desa Mulyoagung, menjadikan jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga rute strategis yang mendukung mobilitas warga.
Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menyampaikan bahwa pembangunan jalan ini diharapkan membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat desa.
“Kami ingin pembangunan ini tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi warga. Jalan yang rapi di tengah hamparan sawah hijau menumbuhkan rasa bangga dan optimisme masyarakat,” ujarnya, Rabu, 4 Februari 2026.
Bagi warga, keberadaan jalan cor beton ini menjadi jawaban atas kebutuhan jangka panjang. Kelancaran akses berdampak langsung pada penurunan biaya transportasi hasil pertanian, sehingga beban petani saat masa panen dapat ditekan.
Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi di kota kini terasa lebih dekat dan nyaman. Jalur ini juga berperan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama menuju Kota Bojonegoro.
“Kami optimistis jalan ini akan menjadi poros ekonomi baru. Akses pertanian yang lancar adalah kunci peningkatan kesejahteraan petani,” tambah Abdi.
Pengerjaan fisik yang dimulai sejak akhir Oktober 2025 ini ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026. Pemerintah desa berharap seluruh elemen masyarakat turut menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan sebagai simbol kemajuan dan semangat gotong royong desa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....